Selasa,
07 Maret 2015. Mulai dari pagi hari sampai sore hujan deraspun melanda
Wonocolo, sehingga saya kebingungan mau berangkat kuliah, namun meskipun hujan
deras mengguyurku sehingga baju ku basah tapi saya tetap semangat berangkat
kuliah. Setelah kuliah jam pertama selesai saya langsung menuju ke perpustakaan
untuk meminjam buku penelitian kuantitatif bersama saudara saya “Halimatus Sa’diyah”
mahasiswi KPI semester 4.
Keluar
dari perpus ternyata hujan semakin deras, saya dan Halima bingung mau kemana,
namun akhirnya saya dan Halima memutuskan untuk membeli makan ke warung dengan
memakai payung berdua bersama Halima. Makanpun selesai lalu saya menyusul Azka
ke warnet untuk membuka blog dan memberikan beberapa komentar di blog
teman-teman saya. Ternyata di dalam warnet yang saya datangi itu hamper 90 %
isinya mahasiswa KPI semester 4-6. Akupun kaget kemudian tertawa. Karena rata-rata
yang berada didalam warnet itu teman-teman saya semua.
Pukul
11.00 pun telah tiba akhirnya saya segera kembali ke kampus meskipun hujan
membasahi tubuhku, lalu saya langsung menuju toilet gedung B Fakultas dakwah
dan komunikasi untuk mengambil wudlu’ dan siap-siap melaksanakan sholat Dzuhur.
Jam
menunjukkan pukul 11:35 WIB “Monggo merapat segera ke kelas, jamaah sama Prof.
sebarkan.” Itulah sms yang dikirim oleh teman saya Syamsuri. Maka segeralah
saya menuju kelas itu yang letaknya tepat di lantai 2 gedung A, Fakultas Dakwah
dan Komunikasi. Sholat jamaahpun dilaksanakan yang terdiri dari 2 shaf, ketepan
saya berada di shaf yang ke 2 bersama Diana teman satu kelas saya.
Alhamdulillah sholatpun selesai.
Ketika
itu saya merasa senang sekali karena baru pertama kali ini saya melakukan
sholat berjamaah dengan bersajadah Koran yang diimami oleh dosen favorit saya.
Disinilah saya merasakan suatu kebersamaan yang luar biasa, “Kalau sudah lulus
kuliah nanti, masihkah aku merasakan hal yang seperti ini lagi?” itulah
pertnyaan yang muncul dalam hati saya dengan rasa sedih campur bahagia.
Selesai
sholat berjamaah Guru besar UINSA itu berdo’a dan sayapun mengamininya, “semoga
mendapat ilmu yang bermanfaat dan menjadi orang sukses semua” itu salah satu do’a
pengarang buku doa-doa keluarga bahagia itu.
Tak
lama kemudian datanglah mas Amir kulit putih itu bersama laki-laki membawa tas
warna hitam, lalu laki-laki tinggi besarpun duduk dikursi dosen yang letaknya
sebelah utara sambil mengeluarkan note book dari dalam tasnya. Terlintaslah
dalam pikiran saya “Owwcchh ini tah yang namanya pak Faqih, kok saya baru lihat
ya..? sambil menganggukkan kepala mengambil posisi duduk didepan bangku dosen
pas.
Sekitar
pukul 12 lebih beberapa menit perkuliahan belangsung yang dibuka dengan kata
pengantar dari Prof. Ali Aziz. Kemudian dilanjutkan oleh Motivator handal yang
memberikan materi HIT. Apakah HIT itu…? Baisanya dikenal dengan obat nyamuk. ucap
pengarang buku Da’I Sukses itu kepada kita (Mahasiswa) sambil tertawa. Ternyata
HIT yang dimaksud ustadz Faqih adalah singkatan dari H= Hancurkan Penghalang,
I= Impian Tuliskanlah, T= Tingkatkan Valensimu
Sebelum
menjelaskan HIT dosen hitam manis itu menceritakan sedikit tentang karya
mahasiswa retorika semester 6 yang di publikasikan melalui blog. Disalah satu blog
itu menceritakan tentang Ttrisno “Saya penasaran besarnya Trisno seperti apa
ya, kok sampai di tulis seperti ini, yaitu ketika Trisno datang bergetarlah
bumi ini cerita pak Faqih itu dengan sambil meragakan badan Tubuh Trisno sesuai
cerita di blog tsb.
Melanjutkan
tentang HIT dan menjelaskan H= Hancurkan Penghalang, menurut penjelasannya
Hambatan itu datangnya dari pikiran negative, faktor usia, kesehatan, IQ (latar
belakang pendidikan) dan nasib. Sambil melontarkan pertanyaan kepada
mahasiswanya dari mana datangnya pikiran negative itu? Tiba-tiba nyeplos
“Syetan” yaitu suara Trisno dari belakangku.
Asisten
Dosen Prof Ali itu menawarkan supaya beliau memanggil adik-adik kepada kita
katanya supaya lebih dekat dan terlihat masih muda. Nanti kalau saya bilang “hay” maka jawabnya “hallo” kalau saya bilang “hallo”
maka jawabnya “hay”biar semangat dan
tidak ngantuk itulah yang begitulah celetuk motivator itu dengan semangat.
Pembahasan
tentang HIT pun terus berlanjut dan beliaupun menerangkan sambil menulis di papan
tulis dengan membawa 2 spidol ditangannya. Lalu beliau bertanya pada saya
hambatan apa yang paling berbahaya, hambatan yang tampak atau hambtan yang
tidak tampak? kemudian saya menjawabnya yaitu hambatan yang tidak tampak. Hambatan
yang tidak tampak ialah terdapat 5 yang meliputi:
1.
Pikiran
Negatif
2.
Usia
3.
Kesehatan
4.
IQ
(latar belakang pendidikan)
5.
Nasib
Harland
sanders pemilik KFC yang dulu dikenal dengan nama Kentucky Fried Chicken pensiun kemudian mengembangkan bakat
masaknya, ia menawarkan masakan yang dikenal dengan ayam gorengnya keberbagai
tempat namun selalu ditolak hingga 1008 kali. Tapi, karena selalu berusaha dan
tak pernah putus asa akhirnya berhasil bahkan sampai sekarang KFC di kenal
sangat sukses dan sudah tersebar keseluruh dunia. “Seandainya tidak ada KFC
maka yang ada adalah TFC yaitu Trisno Fried Chicken guyonan pak Faqih
pada Trisno menyebabkan gelak tawa mahasiswa Retorika.
Lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep
Kolonel dinikmati setiap tahunnya. Dan itu tidak hanya di Amerika Utara. Bahkan
tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia. itulah hasil perjuangan dari Kolonel
Harland Sanders Pendiri KFC (Kentucky Fried Chicken). Harland Sanders lahir
pada tanggal 9 September 1890. Ayahnya meninggal saat dia masih berusia enam
tahun. Ibunya pun terpaksa memikul tanggung jawab lebih awal. Kondisi yang ada
mengharuskan Harland Sanders menjaga kedua adik kandungnya dan belajar memasak
lebih awal. Belum menginjak tujuh tahun, Harland Sanders telah menjadi koki
handal. Dia bekerja di sawah saat baru berusia sepuluh tahun dengan upah dua
dolar setiap bulan. Dia juga pernah bergabung menjadi tim pemadam kebakaran
kereta api. Pada masa – masa itu juga, Harland Sanders belajar hukum melalui
koresponden.
Pada saat bekerja sebagai kuli dengan hanya mendapat
upah tidak lebih dari enam belas sen, Harland Sanders terus menggali
kemampuannya hingga akhirnya dia memperoleh ijazah di bidang hukum. Meskipun
dia sudah sering menangani kasus di beberapa pengadilan di Little Arkansas,
namun dia merasa penghasilannya sangat jauh dari standar. Oleh karena itu, bagi
Harland Sanders ijazah yang telah diperolehnya tidak ada gunanya.
Harland Sanders meninggalkan profesi pengacara dan
membuka sebuah stand untuk servis mobil pada tahun 1929 di Corbin, Kentucky.
Suatu hari, seorang penjual asongan berkata bahwa di kota ini tidak ada rumah
makan yang bagus, sehingga siapa pun bisa makan di dalamnya dengan nyaman.
Harland Sanders mengiyakan pendapat itu. Dalam benaknya bergejolak keinginan
untuk mendirikan sebuah rumah makan. Tidak satu pun orang yang tahu kalau
komentar pedagang asongan tersebut akan menjadi satu titik yang menjalar hingga
menjadi sebuah rumah makan yang tersebar di mana – mana. Rumah makan tersebut
melahirkan sebuah gebrakan dalam menyajikan menu makanan tercepat. Dia berkata
“Sungguh, sepintas saya pernah berpikir bahwa sesuatu yang paling mengesankan
yang pernah saya lakukan di masa silam adalah memasak. Sebagaimana saya ketika
menjual apa yang saya masak, maka masakan saya pasti tidak akan lebih jelek
dari masakan para pemilik rumah makan yang ada di kota iní.”
Harland Sanders memulai dari sebuah ruangan kecil,
yaitu sebuah gudang di belakang stand pelayanan mobilnya. Harland Sanders telah
mengubahnya menjadi sebuah rumah makan kecil yang menjual ayam goreng dan sayur
segar. Rumah makan Harland Sanders begitu terkenal. Untuk membuka rumah makan,
Harland Sanders tidak merasa kesulitan hanya dengan menutup pom bensinnya dan
mengubahnya menjadi sebuah rumah makan yang ia beri nama “Café Sanders”. Pada
tahun 1930, usaha Harland Sanders semakin berkembang. Rumah makannya kini
dipenuhi seratus empat puluh dua orang. Mengingat cintanya terhadap
pengembangan dan pendidikan yang terus menerus dalam hal apa pun, akhirnya
Harland Sanders mengikuti sebuah pelatihan tentang manajemen rumah makan dan
hotel selama delapan minggu di Universitas Cornell.
Harland Sanders sangat suka ayam goreng, hanya saja
tidak memakai cara klasik, yaitu dengan memakai minyak yang tidak bisa
menghasilkan rasa seperti yang diinginkannya. Pada tahun 1939, Harland Sanders
menemukan cara jitu untuk menggoreng ayam. Salah satu hal yang membantu
penemuan barunya tersebut adalah penemuan pressure cooker atau panci bertekanan
yang dapat menghasilkan ayam lezat dan segar dalam waktu sepuluh detik dengan cara
dikukus di atas uap, tanpa menghilangkan rasa dan bau serta tidak menggunakan
minyak. Setiap tahun, Harland Sanders selalu melakukan percobaan hingga
menemukan resep spesial yang terdiri dari rempah – rempah dan bumbu – bumbu.
Pada tahun 1949, Harland Sanders menerima pangkat
kolonel berkat keberhasilannya di wilayah Kentucky. Akan tetapi, Harland
Sanders lebih suka dipanggil bisnisman. Pada tahun 1953, Harland Sanders
mendapat tawaran untuk menjual rumah makannya dengan harga seratus enam puluh
empat ribu dolar. Meski jumlah ini sangat menggiurkan, akan tetapi Harland
Sanders menolaknya. Selang beberapa tahun, tata letak kota Kentucky mengalami
perubahan, sehingga rumah makannya tidak lagi strategis dan menarik pengunjung.
Inilah yang menjadi sebab kenapa dia terpaksa menjualnya melalui pelelangan
terbuka dengan harga tujuh puluh lima ribu dolar. Jumlah ini belum cukup untuk
membayar hutang – hutangnya.
Sang Kolonel memutuskan untuk pensiun. Dia
mendapatkan uang sejumlah seratus lima dolar dari jaminan sosial milik Harland
Sanders sendiri dan juga milik istrinya. Meski dengan kondisi jiwa yang remuk,
akan tetapi Harland Sanders tidak menyerah. Kepada dirinya dia berkata, “Tidak
ada apa pun di hadapanmu kecuali satu hal yang bisa dilakukan, yaitu menggoreng
ayam. Inilah yang akan engkau lakukan sepanjang hayatmu.” Harland Sanders
menjual ayam ala KFC ke rumah makan di wilayah Outta. Hal ini memotivasi
dirinya untuk menandatangani kontrak dengan beberapa rumah makan lainnya. Saat
itu, dia mengambil empat sen untuk setiap ayam yang terjual. Kutipan dari http://kolom-biografi.blogspot.com/2012/02/biografi-kolonel-harland-sanders.html
Ghazi, berusia 6 tahun sudah hafal al-Qur’an bukan
karena ia anak dari Aa Gym tapi karena semangat yang luar biasa. KH Abdullah
Gymnastiar menikahkan putri ketiganya, Ghaitsa Zahira, dengan seorang pemuda bernama Maulana Yusuf. Istimewanya, sebelum
Yusuf menikahi putri Aa Gym, dia membaca hafalan Alquran 30 juz.
Keduanya
menikah Minggu, (8/3) kemarin. Yusuf perlu waktu seharian untuk membacakan
hafalan Alquran tersebut sebelum ijab kabul digelar. "Alhamdulillah mohon
doa dari semua sahabat sekalian, Aa sangat bersyukur Ghaitsa Zahira sofa
mendapatkan jodoh Maulana Yusuf yang sama sama penghafal quran semoga menjadi
pengamal Alquran," kata Aa Gym.
"Semoga Alloh memberikan keberkahan bagi
keduanya aamiiin Terima kasih kasih banyak bagi yang hadir dan yang berniat
hadir serta yg mendukung dengan semua kebaikan jazaakalloh Khoiron
katsiro," lanjutnya.
Saat Maulana membacakan
hafalan Alquran, banyak yang menangis terharu. Mereka mendoakan pasangan yang
sama-sama penghapal Alquran ini. Saat pernikahan ini diposting di media sosial
pun banyak yang memuji pernikahan ini. "Subhanallah, semoga ini pengantin
yang diridhoi Allah. Semoga saya punya anak menantu seperti ini," tulis
Nenny di akun facebooknya.
"Subhanallah, kagumnya..." tulis yang
lain.
Maulana sendiri meluruskan
soal mas kawin ini. Menurutnya dia tidak menjadikan hapalan Alquran sebagai mas
kawin. Pembacaan Alquran itu dilakukan selama 24 jam sebelum akad nikah.
"Jadi memang ada bacaan
Alquran 30 juz. Tapi mas kawin saya sama dengan yang lain. Mahar saya emas 10
gram dan uang satu dirham," kata Maulana saat berbincang dengan
merdeka.com. kutipan dari http://www.merdeka.com/peristiwa/pemuda-ini-nikahi-putri-aa-gym-dengan-mas-kawin-hafalan-quran-30-juz.html.
Janganlah kelima macam hambatan tersebut di jadikan
dalih atau alasan ketidaksuksesan kita. Jika ada kesulitan kerjakan yang mudah
terlebih dahulu sebagaimana ketika
mengerjakan soal UNAS, anak yang tidak lulus UNAS bukan karena ia tidak pintar
tetapi karena nervous
Ketika syetann berdo’a Allah mengabulkan apalagi kita sebagai manusi. Jadi berdo’alah kepada Allah nisacaya Allah akan mengabulkannya, Syetan bersifat sombong ketika di suruh menyembah Nabi Adam a.s. iblis tidak mau karena hanya mau menyembah kepada Allah SWT. "Iblis tidak sujud kepada Adam karena bagi Iblis hanya kepada Tuhan saja dia boleh sujud. Iblis tidak mau sujud kepada apapun kecuali hanya kepada Tuhan saja!"
Dalam Quran surat Al a'raf ayat 11 disebutkan demikian,
"Dan sungguh telah Kami
ciptakan kalian (manusia) kemudian Kami sempurnakan bentuk kalian, Kemudian
(saat itu) Kami berfirman kepada para malaikat,"sujudlah kalian semua
kepada Adam!" Maka mereka semua bersujud kecuali Iblis. Tidaklah dia
termasuk orang yang tunduk bersujud." Meskipun
syetan tidak tunduk tetapi Allah tetap mengabulkan doanya. Yaitu ketika syetan
meminta umur panjang.
Sesungguhnya pikiran negative datangnya dari syetan
dan syetan mempunyai 3D. yaitu, Dendam, Dengki dan Dongkol. Ingat berhati-hatilah
terhadap 3 sifat tersebut karena jika kita melakukan 3 sifat itu berarti kita
sama seperti syetan. Begitulah yang disampaikan
bapak Nasrul Faqih dengan suaranya serak-serak basah akibat sakit
(kurang enak badan). Meskipun beliau dalam keadaan sakit tetapi masih saja
semangat mengajar mahasiswanya sehingga apa yang disampaikan hamper 100% dapat
dipahami.
Namun karena beliau buru-buru ada pelatihan ke Bromo
sehingga beliau bisa mengisi kelas retorika hanya satu jam setengah saja yaitu
mulai sekitar jam 12-13.30. Beliau keluar kelas terlebih dahulu yang di dampingi
mas Amir dengan tas hitamnya. Ternyata motivator pemilik 3 pondok itu ketinggalan
kedua spidolnya hijau dan hitam namun Prof Ali yang berhati lembut itu menyuruh
Syamsuri mengejar motivator berkacamata itu untuk mengantar 2 boardmarker tsb.
Mantan dekan fakultas dakwah itu menerangkan
bagaiman cara menulis, dan menyuruh menulis apa yang di dapat hari ini, ayo
sekarang tulis apa yang kalian dapat sekarang.. ayo mulai dengan Bismillah,
ungkapnya.
Awalnya saya sedikit lancer ketika memulai menulis
tetapi sampai pertengahan tiba-tiba bolpenku terhenti dan kebingungan untuk
melanjutkan tulisan itu. Ayo tulis terus jangan berhenti tulis apa saja yang
terjadi saat ini yang di sampaikan pak faqih tadi, tidak perlu diurut yang
penting menulis dulu. Ungkap pengarang buku Ilmu Pidato.
Setelah dosen Retorika itu mengatakan seperti itu,
subhanallah tiba-tiba muncul ide-ide itu dan mulailah saya melanjutkan menulis.
Namun karena waktu perkuliahan sudah habis akhirnya Prof yang bijaksana itu
menyuruh mengepos tulisan tersebuat di blog. Kemudian berakhirlah perkuliah
itu.
Siiip bagus lanjutkan terus nulisnya
BalasHapusengghe makasih banyak mas zein
Hapusso sweet... bangett.. sholat di dalem kelas sama Proffesor
BalasHapushehe kelas retorika emang slalu so sweet mbak
HapusSubhanallah motivasi hidup :-D syukron ukhtiiiii. . :-*
BalasHapusBagaimana cara kita untuk menerapkan HIT tersebut dalam hidup kita ya ukhty? Biyar lebih mudah.
BalasHapussangat bermanfa'at kakk !!
BalasHapus