Kamis, 09 April 2015

Tanpa Alasan



Selasa, 07 Maret 2015. Mulai dari pagi hari sampai sore hujan deraspun melanda Wonocolo, sehingga saya kebingungan mau berangkat kuliah, namun meskipun hujan deras mengguyurku sehingga baju ku basah tapi saya tetap semangat berangkat kuliah. Setelah kuliah jam pertama selesai saya langsung menuju ke perpustakaan untuk meminjam buku penelitian kuantitatif bersama saudara saya “Halimatus Sa’diyah” mahasiswi KPI semester 4.
Keluar dari perpus ternyata hujan semakin deras, saya dan Halima bingung mau kemana, namun akhirnya saya dan Halima memutuskan untuk membeli makan ke warung dengan memakai payung berdua bersama Halima. Makanpun selesai lalu saya menyusul Azka ke warnet untuk membuka blog dan memberikan beberapa komentar di blog teman-teman saya. Ternyata di dalam warnet yang saya datangi itu hamper 90 % isinya mahasiswa KPI semester 4-6. Akupun kaget kemudian tertawa. Karena rata-rata yang berada didalam warnet itu teman-teman saya semua.
Pukul 11.00 pun telah tiba akhirnya saya segera kembali ke kampus meskipun hujan membasahi tubuhku, lalu saya langsung menuju toilet gedung B Fakultas dakwah dan komunikasi untuk mengambil wudlu’ dan siap-siap melaksanakan sholat Dzuhur.
Jam menunjukkan pukul 11:35 WIB “Monggo merapat segera ke kelas, jamaah sama Prof. sebarkan.” Itulah sms yang dikirim oleh teman saya Syamsuri. Maka segeralah saya menuju kelas itu yang letaknya tepat di lantai 2 gedung A, Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Sholat jamaahpun dilaksanakan yang terdiri dari 2 shaf, ketepan saya berada di shaf yang ke 2 bersama Diana teman satu kelas saya. Alhamdulillah sholatpun selesai.
Ketika itu saya merasa senang sekali karena baru pertama kali ini saya melakukan sholat berjamaah dengan bersajadah Koran yang diimami oleh dosen favorit saya. Disinilah saya merasakan suatu kebersamaan yang luar biasa, “Kalau sudah lulus kuliah nanti, masihkah aku merasakan hal yang seperti ini lagi?” itulah pertnyaan yang muncul dalam hati saya dengan rasa sedih campur bahagia.
Selesai sholat berjamaah Guru besar UINSA itu berdo’a dan sayapun mengamininya, “semoga mendapat ilmu yang bermanfaat dan menjadi orang sukses semua” itu salah satu do’a pengarang buku doa-doa keluarga bahagia itu.
Tak lama kemudian datanglah mas Amir kulit putih itu bersama laki-laki membawa tas warna hitam, lalu laki-laki tinggi besarpun duduk dikursi dosen yang letaknya sebelah utara sambil mengeluarkan note book dari dalam tasnya. Terlintaslah dalam pikiran saya “Owwcchh ini tah yang namanya pak Faqih, kok saya baru lihat ya..? sambil menganggukkan kepala mengambil posisi duduk didepan bangku dosen pas.
Sekitar pukul 12 lebih beberapa menit perkuliahan belangsung yang dibuka dengan kata pengantar dari Prof. Ali Aziz. Kemudian dilanjutkan oleh Motivator handal yang memberikan materi HIT. Apakah HIT itu…? Baisanya dikenal dengan obat nyamuk. ucap pengarang buku Da’I Sukses itu kepada kita (Mahasiswa) sambil tertawa. Ternyata HIT yang dimaksud ustadz Faqih adalah singkatan dari H= Hancurkan Penghalang, I= Impian Tuliskanlah, T= Tingkatkan Valensimu
Sebelum menjelaskan HIT dosen hitam manis itu menceritakan sedikit tentang karya mahasiswa retorika semester 6 yang di publikasikan melalui blog. Disalah satu blog itu menceritakan tentang Ttrisno “Saya penasaran besarnya Trisno seperti apa ya, kok sampai di tulis seperti ini, yaitu ketika Trisno datang bergetarlah bumi ini cerita pak Faqih itu dengan sambil meragakan badan Tubuh Trisno sesuai cerita di blog tsb.
Melanjutkan tentang HIT dan menjelaskan H= Hancurkan Penghalang, menurut penjelasannya Hambatan itu datangnya dari pikiran negative, faktor usia, kesehatan, IQ (latar belakang pendidikan) dan nasib. Sambil melontarkan pertanyaan kepada mahasiswanya dari mana datangnya pikiran negative itu? Tiba-tiba nyeplos “Syetan” yaitu suara Trisno dari belakangku.
Asisten Dosen Prof Ali itu menawarkan supaya beliau memanggil adik-adik kepada kita katanya supaya lebih dekat dan terlihat masih muda. Nanti kalau saya bilang “hay” maka jawabnya “hallo” kalau saya bilang “hallo” maka jawabnya “hay”biar semangat dan tidak ngantuk itulah yang begitulah celetuk motivator itu dengan semangat.
Pembahasan tentang HIT pun terus berlanjut dan beliaupun menerangkan sambil menulis di papan tulis dengan membawa 2 spidol ditangannya. Lalu beliau bertanya pada saya hambatan apa yang paling berbahaya, hambatan yang tampak atau hambtan yang tidak tampak? kemudian saya menjawabnya yaitu hambatan yang tidak tampak. Hambatan yang tidak tampak ialah terdapat 5 yang meliputi:
1.      Pikiran Negatif
2.      Usia
3.      Kesehatan
4.      IQ (latar belakang pendidikan)
5.      Nasib
Harland sanders pemilik KFC yang dulu dikenal dengan nama Kentucky Fried Chicken pensiun kemudian mengembangkan bakat masaknya, ia menawarkan masakan yang dikenal dengan ayam gorengnya keberbagai tempat namun selalu ditolak hingga 1008 kali. Tapi, karena selalu berusaha dan tak pernah putus asa akhirnya berhasil bahkan sampai sekarang KFC di kenal sangat sukses dan sudah tersebar keseluruh dunia. “Seandainya tidak ada KFC maka yang ada adalah TFC yaitu Trisno Fried Chicken guyonan pak Faqih pada Trisno menyebabkan gelak tawa mahasiswa Retorika.
Lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep Kolonel dinikmati setiap tahunnya. Dan itu tidak hanya di Amerika Utara. Bahkan tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia. itulah hasil perjuangan dari Kolonel Harland Sanders Pendiri KFC (Kentucky Fried Chicken). Harland Sanders lahir pada tanggal 9 September 1890. Ayahnya meninggal saat dia masih berusia enam tahun. Ibunya pun terpaksa memikul tanggung jawab lebih awal. Kondisi yang ada mengharuskan Harland Sanders menjaga kedua adik kandungnya dan belajar memasak lebih awal. Belum menginjak tujuh tahun, Harland Sanders telah menjadi koki handal. Dia bekerja di sawah saat baru berusia sepuluh tahun dengan upah dua dolar setiap bulan. Dia juga pernah bergabung menjadi tim pemadam kebakaran kereta api. Pada masa – masa itu juga, Harland Sanders belajar hukum melalui koresponden.
Pada saat bekerja sebagai kuli dengan hanya mendapat upah tidak lebih dari enam belas sen, Harland Sanders terus menggali kemampuannya hingga akhirnya dia memperoleh ijazah di bidang hukum. Meskipun dia sudah sering menangani kasus di beberapa pengadilan di Little Arkansas, namun dia merasa penghasilannya sangat jauh dari standar. Oleh karena itu, bagi Harland Sanders ijazah yang telah diperolehnya tidak ada gunanya.
Harland Sanders meninggalkan profesi pengacara dan membuka sebuah stand untuk servis mobil pada tahun 1929 di Corbin, Kentucky. Suatu hari, seorang penjual asongan berkata bahwa di kota ini tidak ada rumah makan yang bagus, sehingga siapa pun bisa makan di dalamnya dengan nyaman. Harland Sanders mengiyakan pendapat itu. Dalam benaknya bergejolak keinginan untuk mendirikan sebuah rumah makan. Tidak satu pun orang yang tahu kalau komentar pedagang asongan tersebut akan menjadi satu titik yang menjalar hingga menjadi sebuah rumah makan yang tersebar di mana – mana. Rumah makan tersebut melahirkan sebuah gebrakan dalam menyajikan menu makanan tercepat. Dia berkata “Sungguh, sepintas saya pernah berpikir bahwa sesuatu yang paling mengesankan yang pernah saya lakukan di masa silam adalah memasak. Sebagaimana saya ketika menjual apa yang saya masak, maka masakan saya pasti tidak akan lebih jelek dari masakan para pemilik rumah makan yang ada di kota iní.”
Harland Sanders memulai dari sebuah ruangan kecil, yaitu sebuah gudang di belakang stand pelayanan mobilnya. Harland Sanders telah mengubahnya menjadi sebuah rumah makan kecil yang menjual ayam goreng dan sayur segar. Rumah makan Harland Sanders begitu terkenal. Untuk membuka rumah makan, Harland Sanders tidak merasa kesulitan hanya dengan menutup pom bensinnya dan mengubahnya menjadi sebuah rumah makan yang ia beri nama “Café Sanders”. Pada tahun 1930, usaha Harland Sanders semakin berkembang. Rumah makannya kini dipenuhi seratus empat puluh dua orang. Mengingat cintanya terhadap pengembangan dan pendidikan yang terus menerus dalam hal apa pun, akhirnya Harland Sanders mengikuti sebuah pelatihan tentang manajemen rumah makan dan hotel selama delapan minggu di Universitas Cornell.
Harland Sanders sangat suka ayam goreng, hanya saja tidak memakai cara klasik, yaitu dengan memakai minyak yang tidak bisa menghasilkan rasa seperti yang diinginkannya. Pada tahun 1939, Harland Sanders menemukan cara jitu untuk menggoreng ayam. Salah satu hal yang membantu penemuan barunya tersebut adalah penemuan pressure cooker atau panci bertekanan yang dapat menghasilkan ayam lezat dan segar dalam waktu sepuluh detik dengan cara dikukus di atas uap, tanpa menghilangkan rasa dan bau serta tidak menggunakan minyak. Setiap tahun, Harland Sanders selalu melakukan percobaan hingga menemukan resep spesial yang terdiri dari rempah – rempah dan bumbu – bumbu.
Pada tahun 1949, Harland Sanders menerima pangkat kolonel berkat keberhasilannya di wilayah Kentucky. Akan tetapi, Harland Sanders lebih suka dipanggil bisnisman. Pada tahun 1953, Harland Sanders mendapat tawaran untuk menjual rumah makannya dengan harga seratus enam puluh empat ribu dolar. Meski jumlah ini sangat menggiurkan, akan tetapi Harland Sanders menolaknya. Selang beberapa tahun, tata letak kota Kentucky mengalami perubahan, sehingga rumah makannya tidak lagi strategis dan menarik pengunjung. Inilah yang menjadi sebab kenapa dia terpaksa menjualnya melalui pelelangan terbuka dengan harga tujuh puluh lima ribu dolar. Jumlah ini belum cukup untuk membayar hutang – hutangnya.
Sang Kolonel memutuskan untuk pensiun. Dia mendapatkan uang sejumlah seratus lima dolar dari jaminan sosial milik Harland Sanders sendiri dan juga milik istrinya. Meski dengan kondisi jiwa yang remuk, akan tetapi Harland Sanders tidak menyerah. Kepada dirinya dia berkata, “Tidak ada apa pun di hadapanmu kecuali satu hal yang bisa dilakukan, yaitu menggoreng ayam. Inilah yang akan engkau lakukan sepanjang hayatmu.” Harland Sanders menjual ayam ala KFC ke rumah makan di wilayah Outta. Hal ini memotivasi dirinya untuk menandatangani kontrak dengan beberapa rumah makan lainnya. Saat itu, dia mengambil empat sen untuk setiap ayam yang terjual. Kutipan dari  http://kolom-biografi.blogspot.com/2012/02/biografi-kolonel-harland-sanders.html
Ghazi, berusia 6 tahun sudah hafal al-Qur’an bukan karena ia anak dari Aa Gym tapi karena semangat yang luar biasa. KH Abdullah Gymnastiar menikahkan putri ketiganya, Ghaitsa Zahira, dengan seorang pemuda bernama Maulana Yusuf. Istimewanya, sebelum Yusuf menikahi putri Aa Gym, dia membaca hafalan Alquran 30 juz.
Keduanya menikah Minggu, (8/3) kemarin. Yusuf perlu waktu seharian untuk membacakan hafalan Alquran tersebut sebelum ijab kabul digelar. "Alhamdulillah mohon doa dari semua sahabat sekalian, Aa sangat bersyukur Ghaitsa Zahira sofa mendapatkan jodoh Maulana Yusuf yang sama sama penghafal quran semoga menjadi pengamal Alquran," kata Aa Gym.
"Semoga Alloh memberikan keberkahan bagi keduanya aamiiin Terima kasih kasih banyak bagi yang hadir dan yang berniat hadir serta yg mendukung dengan semua kebaikan jazaakalloh Khoiron katsiro," lanjutnya.
Saat Maulana membacakan hafalan Alquran, banyak yang menangis terharu. Mereka mendoakan pasangan yang sama-sama penghapal Alquran ini. Saat pernikahan ini diposting di media sosial pun banyak yang memuji pernikahan ini. "Subhanallah, semoga ini pengantin yang diridhoi Allah. Semoga saya punya anak menantu seperti ini," tulis Nenny di akun facebooknya.
"Subhanallah, kagumnya..." tulis yang lain.
Maulana sendiri meluruskan soal mas kawin ini. Menurutnya dia tidak menjadikan hapalan Alquran sebagai mas kawin. Pembacaan Alquran itu dilakukan selama 24 jam sebelum akad nikah.
"Jadi memang ada bacaan Alquran 30 juz. Tapi mas kawin saya sama dengan yang lain. Mahar saya emas 10 gram dan uang satu dirham," kata Maulana saat berbincang dengan merdeka.com. kutipan dari http://www.merdeka.com/peristiwa/pemuda-ini-nikahi-putri-aa-gym-dengan-mas-kawin-hafalan-quran-30-juz.html.
Janganlah kelima macam hambatan tersebut di jadikan dalih atau alasan ketidaksuksesan kita. Jika ada kesulitan kerjakan yang mudah terlebih dahulu sebagaimana ketika mengerjakan soal UNAS, anak yang tidak lulus UNAS bukan karena ia tidak pintar tetapi karena nervous

Ketika syetann berdo’a Allah mengabulkan apalagi kita sebagai manusi. Jadi berdo’alah kepada Allah nisacaya Allah akan mengabulkannya, Syetan bersifat sombong ketika di suruh menyembah Nabi Adam a.s. iblis tidak mau karena hanya mau menyembah kepada Allah SWT. "Iblis tidak sujud kepada Adam karena bagi Iblis hanya kepada Tuhan saja dia boleh sujud. Iblis tidak mau sujud kepada apapun kecuali hanya kepada Tuhan saja!" 

Dalam Quran surat Al a'raf ayat 11 disebutkan demikian,

"Dan sungguh telah Kami ciptakan kalian (manusia) kemudian Kami sempurnakan bentuk kalian, Kemudian (saat itu) Kami berfirman kepada para malaikat,"sujudlah kalian semua kepada Adam!" Maka mereka semua bersujud kecuali Iblis. Tidaklah dia termasuk orang yang tunduk bersujud." Meskipun syetan tidak tunduk tetapi Allah tetap mengabulkan doanya. Yaitu ketika syetan meminta umur panjang.
Sesungguhnya pikiran negative datangnya dari syetan dan syetan mempunyai 3D. yaitu, Dendam, Dengki dan Dongkol. Ingat berhati-hatilah terhadap 3 sifat tersebut karena jika kita melakukan 3 sifat itu berarti kita sama seperti syetan. Begitulah yang disampaikan  bapak Nasrul Faqih dengan suaranya serak-serak basah akibat sakit (kurang enak badan). Meskipun beliau dalam keadaan sakit tetapi masih saja semangat mengajar mahasiswanya sehingga apa yang disampaikan hamper 100% dapat dipahami.
Namun karena beliau buru-buru ada pelatihan ke Bromo sehingga beliau bisa mengisi kelas retorika hanya satu jam setengah saja yaitu mulai sekitar jam 12-13.30. Beliau keluar kelas terlebih dahulu yang di dampingi mas Amir dengan tas hitamnya. Ternyata motivator pemilik 3 pondok itu ketinggalan kedua spidolnya hijau dan hitam namun Prof Ali yang berhati lembut itu menyuruh Syamsuri mengejar motivator berkacamata itu untuk mengantar 2 boardmarker tsb.
Mantan dekan fakultas dakwah itu menerangkan bagaiman cara menulis, dan menyuruh menulis apa yang di dapat hari ini, ayo sekarang tulis apa yang kalian dapat sekarang.. ayo mulai dengan Bismillah, ungkapnya.
Awalnya saya sedikit lancer ketika memulai menulis tetapi sampai pertengahan tiba-tiba bolpenku terhenti dan kebingungan untuk melanjutkan tulisan itu. Ayo tulis terus jangan berhenti tulis apa saja yang terjadi saat ini yang di sampaikan pak faqih tadi, tidak perlu diurut yang penting menulis dulu. Ungkap pengarang buku Ilmu Pidato.
Setelah dosen Retorika itu mengatakan seperti itu, subhanallah tiba-tiba muncul ide-ide itu dan mulailah saya melanjutkan menulis. Namun karena waktu perkuliahan sudah habis akhirnya Prof yang bijaksana itu menyuruh mengepos tulisan tersebuat di blog. Kemudian berakhirlah perkuliah itu.

7 komentar:

  1. Siiip bagus lanjutkan terus nulisnya

    BalasHapus
  2. so sweet... bangett.. sholat di dalem kelas sama Proffesor

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe kelas retorika emang slalu so sweet mbak

      Hapus
  3. Subhanallah motivasi hidup :-D syukron ukhtiiiii. . :-*

    BalasHapus
  4. Bagaimana cara kita untuk menerapkan HIT tersebut dalam hidup kita ya ukhty? Biyar lebih mudah.

    BalasHapus