Kamis, 07 Mei 2015

Cairan Hukum




Alarm HP sudah berbunyi, itu tandanya saya harus bangun dari tidur dan saya langsung mengirim sms ke Nitra sahabat saya untuk mengajak bareng berangkat ke kampus karena jika hari libur kuliah gang dosen tempat biasanya para mahasiswa lewat itu di tutup, jadi saya dan gadis berkulit putih itu harus berputar lewat depan kampus. Ku bergegas menuju kamar mandi tak lupa selesai mandi aku melaksanakan sunnah 2 rakaat terlebih dahulu karena terbiasa, lalu saya segera bersiap-siap untuk berangkat menimba ilmu dari seorang motivator handal yang di kenal dengan sebutan Ustadz Faqih.
Ku lirik jam di HP menunjukkan pukul 07.50 WIB. Ternyata ada sms dari kosma “Teman-teman mohon datang tepat waktu ya, karena saya sudah bilang pak Faqih jam 8. Mohon kesadarannya” akupun segera berangkat menuju kampus bersama wanita cantik yang biasa selalu bersamaku itu. Sampai di pintu gerbang UINSA Surabaya aku bertemu dengan salah satu mahasiswa KPI semester 4 ku sedikit berdialog dengannya sebagai tanda sapa. Tak lama kemudian datanglah segerombolan mahasiswa retorika dengan mengendarai motornya masing-masing. Beberapa dari mereka menghampiri ku dan Nitra. Udah lama tah disini? Tanya trisno.
Aku dan teman-temanpun capcus menuju kediaman Trainer itu. Aku di bonceng oleh temanku yang bernama Diana dengan mengendarai motor Honda Supra. Tibalah di tempat pengarang buku Da’I sukses itu, dan disitulah kami semua menimba ilmu selain di kampus. Namun sambil lalu menunggu teman-teman yang belum datang ustadz yang penuh semangat itu bercerita bahwa beliau lagi sakit, tapi kata beliau sakit bukan alasan untuk tidak berbagi ilmu. “masak sudah nyampek sini saya suruh pulang lagi gara-gara saya sakit? Haha” guyonnya. Subhanallah semangatnya luar biasa.
Teman-temanpun berdatangan satu persatu, lalu di mulailah perkuliahan tambahan ini. Dosen yang mempunyai 3 pesantren itu menjelaskan tetang hukum. Awalnya beliau menerangkan tentang Hukum Alam, hukum ini berlaku pada siapa saja tidak perduli siapa yang menjatuhkan. Misalnya, aku menjatuhkan kaca mata ini ke bawah, jadi tetap saja kaca mata itu sudah jatuh karena saya yang menjatuhkan baik sengaja maupun tidak sengaja, dan tidak bisa di batalin jatuh karena memang sudah jatuh.
Selanjutnya Hukum Mestakung singakatan dari Semesta Mendukung. Contohnya hukum mestakung misalnya menyebut kata Bodoh… bodoh.. bodoh.. maka kata itu akan akan kembali kepada diri kita atau kalau saya menganggap seperti mantul. Misalnya lagi jika kita memberikan sesuatu yang positif kepada orang lain, maka sesuatu yang positif itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Jadi tergantung bagaimana diri kita, jika yang di tanam energy positif maka yang keluar juga positif tapi jika yang kita tanam energy negative maka yang keluarpun energy negative. Karena apa yang kita lakukan sekarang adalah tabungan kita nanti.
Hukum Mestakung meliputi tiga hukum
1.    Hukum Kritis yang berbunyi: dalam setiap kondisi kritis yakinlah pasti ada jalan keluar. Sebagaimana dalam QS. Al-Insyirah [94]: 06
¨bÎ) yìtB ÎŽô£ãèø9$# #ZŽô£ç ÇÏÈ
 Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Dalam ayat ini sudah jelas janji Allah SWT. Bahwa setiap masalah yang terjadi pada diri kita pasti ada jalan keluarnya. Jadi kita tidak perlu khawatir dan harus yakin pasti ada kemudahan (jalan keluar) yakni kita harus mempunyai keiman kepada Allah SWT.
Ada seseorang yang selalu berbuat baik kepada orang lain meskipun ia bukan orang Islam tapi ia mempunyai keyakinan yang kuat bahwa apa yang ia lakukan sekarang, isok Tuhan yang akan membalasnya. Ternyata benar bahwa ia menjadi seorang yang sukses.

2.    Hukum Langkah (Gerak) yang berbunyi: ketika kita melangkah baru terlihatlah jalan keluar itu
Sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nahl [16]: 97
ô`tB Ÿ@ÏJtã $[sÎ=»|¹ `ÏiB @Ÿ2sŒ ÷rr& 4Ós\Ré& uqèdur Ö`ÏB÷sãB ¼çm¨ZtÍósãZn=sù Zo4quym Zpt6ÍhŠsÛ ( óOßg¨YtƒÌôfuZs9ur Nèdtô_r& Ç`|¡ômr'Î/ $tB (#qçR$Ÿ2 tbqè=yJ÷ètƒ ÇÒÐÈ
Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan.

[839]  Ditekankan dalam ayat Ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.
Jadi dari ayat ini sudah jelas bahwa untuk menyelesaikan masalah kita yang kita hadapi kita tidak hanya yakin dan yakin tetapi kita juga harus berusaha mencari jalan keluar, kita harus melakukan sesuatu dan melangkan untuk menemukan jalan itu. Dalam Islam jalan keluar itu dapat di tempuh dengan keimanan dan melakukan amal sholeh sebagaimana yang sudah di jelaskan ayat di atas. Zpt6ÍhŠsÛZo4quym
3.    Hukum Tekun yang berbunyi: ketika kita melangkah dengan tekun maka terjadilah mestakung itu.
Untuk melakukan hukum kritis dan hukum langkah, kita harus mempunyai ketekunan untuk meraih hukum mestakung tersebut. Jadi ketiga hukum ini saling berkaitan satu sama lain, seseorang yang hanya mempunyai keyakinan saja tanpa adanya usaha atau melangkah untuk mencari jalan keluar maka jalan keluar itu tidak akan segera ditemukan tanpa adanya ketekunan pada diri kita.
Ternyata hukum alam tidak bertentangan dengan hukum dalam al-Qur’an dalam hal ini, Hukum Kritis sama dengan Iman, Hukum Langkah sama dengan Amal Sholeh dan Hukum Tekun sama dengan Taqwa.
pt6ÍhŠsÛZo4quym  (Kehidupan ynag baik) bentuknya ada 4:
1.    Jalan keluar
2.    Rizqy tidak di sangka-sangka
3.    Di cukupi hidupnya
4.    Di mudahkan dalam segala urusan
Sebagaimana dalam QS. At-Atthalaq [65]:2-3-4
4 `tBur È,­Gtƒ ©!$# @yèøgs ¼ã&©! %[`tøƒxC ÇËÈ çmø%ãötƒur ô`ÏB ß]øym Ÿw Ü=Å¡tFøts 4 `tBur ö@©.uqtGtƒ n?tã «!$# uqßgsù ÿ¼çmç7ó¡ym 4 ¨bÎ) ©!$# à÷Î=»t/ ¾Ín̍øBr& 4 ôs% Ÿ@yèy_ ª!$# Èe@ä3Ï9 &äóÓx« #Yôs% ÇÌÈ 4 `tBur È,­Gtƒ ©!$# @yèøgs ¼ã&©! ô`ÏB ¾Ín͐öDr& #ZŽô£ç ÇÍÈ
2. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
3. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
4. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.

Banyak orang mengenal al-Qur’an hanya di buat pajangan, mungkin di baca tetapi dalam membacanya tidak di cerna dengan maksud dan maknanya sehingga al-Qur’an hanya di gunakan untuk mengusir syetan. Di contohkan oleh utadz Faqih ketika di pasar, ada seorang penjual sambil teriak-teriak obat pengusir syetan, obat pengusir syetan. Motivator itu penasaran apa obat pengusir syetan itu katanya. Ternyata obat pengusir syetan adalah ayat kursi yang biasanya di jula dimana-mana dengan di kasih vigora di luarnya. Dari sini sudah membuktikan bahwa banyak orang yang menggunakan al-Qur’an sebagai pengusir syetan.
3 Obat anti Miskin
1.    Iman
2.    Amal sholeh
3.    Taqwa
       “Seseorang yang masih merasakan galau berarti aqidahnya masih kurang beres” ungkap laki-laki tinggi besar itu dengan tegas.
Andaikan al-Qur’an itu hanya surah al-Ashr saja, itu sudah cukup untuk menjadi dalih kehidupan manusia.
ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ
1.  Demi masa.
2.  Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Kisah singkat Ibnu Hajar al-Asqalani, karena dianggap nalarnya tidak bisa mengikuti pelajaran, maka oleh Dewan Guru dikeluarkan dari sekolah. Di tengah kesedihan, ketika ‘Asqalani sedang berjalan, ia melihat air yang menetes ke atas sebuah batu. Tetesan air yang sekali-kali itu ternyata bisa membuat permukaan batu itu menjadi cekung dibuatnya. Ibnu Hajar berkata kepada dirinya sendiri “Batu saja bisa berlubang karena ditetesi air setiap hari. Berarti otak saya bisa juga kalau dimasuki ilmu setiap hari”. Dia pun segera menemui gurunya dan menjelaskan peristiwa yang baru dilihatnya itu. Singkatnya si Guru berkenan untuk menerimanya sebagai murid. Dengan semangat itu, Ibnu Hajar al-Asqalani belajar teru dengan sabar dan kemauan yang kuat. Sejarah mencatat berkat kemauan belajarnya yang membaja kelak ia berhasil menjadi ulama besar yang amat disegani pada zamannya. Ibnu Hajar yang bermakna “anak batu” di depan namanya, merupakan kenang-kenangan yang diperolehnya dan sekarang banyak di kenal orang sebagai imam dan ulama Ahlusunnah yang mensyarahkan kitan Shahih al-Bukhari dengan kitab Fathul Bari-nya. Kisah ini di kutip dari sebuah buku yang berjudul: Anakku Maukah Kau Jadi Pengusaha?, Oleh DR.H. Muhammad Syahrial, SE. halaman 146-147.
Kisah di atas menunjukkan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, asalkan kita yakin, berusaha dan bersungguh-sungguh (tekun).
v  Hukum Kekekalan Energy
Energy dunia bersikap tetap, tidak akan di ciptakan lagi, tidak akan pernah hilang hanya berubah bentuk saja.
Contoh: Energi yang kita keluarkan 100 maka energy yang kita dapatpun juga 100
Intinya, jumlah usaha sama dengan hasil usaha
Hasil usaha sama dengan hasil usaha yang tampak plus tabungan energy psotif (+) atau negative (-).
Sebagaimana dalam QS. Al-Zazalah [99]: 7-8
`yJsù ö@yJ÷ètƒ tA$s)÷WÏB >o§sŒ #\øyz ¼çnttƒ ÇÐÈ `tBur ö@yJ÷ètƒ tA$s)÷WÏB ;o§sŒ #vx© ¼çnttƒ ÇÑÈ
7.  Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
8.  Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Hukum alam bisa di cairkan berupa:
1.      Harta
2.      Tahta
3.      Kata
4.      Cinta
Keempat-empatnya ini merupakan bagian dari pencairan energy.
Yang lalu jangan terlalu di ratapi, karena tidak akan kembali.
Yang esok jangan terlalu di pikirkan, karena belum tentu kita masih hidup. Ini adalah kata bijak dari seorang motivator handal itu.
Setelah beberapa jam aku menimba ilmu dari seorang trainer itu akan dan teman-temanpun pamit pulang karena memang waktu itu hari jum’at dan bagi yang laki-laki harus melaksanakan sholat juma’at. Akupun di antar Diana pulang ke pendok setelah sampai pondok sayapun berlanjut mengerjakan tugas, lalu menyiapkan barang-barang untuk di bawa pulang kampung ke Madura karena sudah 1 bulan lebih saya belum bisa pulang kampung.
Sholat juma’atan selesai lalu saya siap-siap untuk meluncur ke pulau Madura dengan mengendari sepeda motor bersama teman satu pondok saya. Cuaca mulai mendung akhirnya saya memutuskan untuk tidak melewati jalur jembatan Suramadu karena di khawatirkan turun hujan, jadi untuk mengambil jalan aman tanpa terkena hujan sayapun pulang ke Madura melewati Tanjung Perak dan menaiki kapal, aku dan temanku berada di paling depan sambil melihat pemandangan alam yang sangat indah, sugguh indah ciptaan Tuhan Semesta Alam. Waktu itu aku juga melihat banyak ubur-ubur berwarna putih berada di dalam laut, saat itu saya merasa senang sekali karena bisa pulang kampung bersama teman saya yang dari Tuban.
Di kapal saya melihat orang tua dan terlihat tidak seperti orang-orang normal lainnya, tampak ada keanehan dari diri orang tua itu, namun yang sangat saya banggakan meskipun ia seperti orang yang mengalami gangguan jiwa ia mampu memberikan beberapa pesan-pesann keislaman kepada penumpang kapal orang itu berceramah tentang bulan rajab, bulan muharram dll. Hampir semua penumpang kapal melihatnya sambil menertawainya, akupun bingung dan timbul pertanyaan dalam pikiran saya, “ini orang bagus ceramahnya, kok seperti mengalami gangguan jiwa ya? Tapi aku sangat salut dan bangga terhadapnya, ia bisa memberikan siraman-siraman rohani kepada para penumpang kapal, selain ceramahnya bagus suaranyapun juga merdu ia membacakan do’a bulan rajab dengan di lagukan “Allahumma Bariklana Fii Rajaba wa Sya’bana waballighna Ramahana”. Setelah mendengar ceramah yang di sampaikan olehnya aku merasa terinspirasi dan lebih bersemangat untuk ceramah. “Orang itu loo bisa ceramah sebagus itu kenapa aku harus tidak, aku yakin aku pasti bisa” krentekku di dalam hati dengan penuh semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar