Alarm
HP sudah berbunyi, itu tandanya saya harus bangun dari tidur dan saya langsung
mengirim sms ke Nitra sahabat saya untuk mengajak bareng berangkat ke kampus
karena jika hari libur kuliah gang dosen tempat biasanya para mahasiswa lewat
itu di tutup, jadi saya dan gadis berkulit putih itu harus berputar lewat depan
kampus. Ku bergegas menuju kamar mandi tak lupa selesai mandi aku melaksanakan
sunnah 2 rakaat terlebih dahulu karena terbiasa, lalu saya segera bersiap-siap
untuk berangkat menimba ilmu dari seorang motivator handal yang di kenal dengan
sebutan Ustadz Faqih.
Ku
lirik jam di HP menunjukkan pukul 07.50 WIB. Ternyata ada sms dari kosma “Teman-teman
mohon datang tepat waktu ya, karena saya sudah bilang pak Faqih jam 8. Mohon
kesadarannya” akupun segera berangkat menuju kampus bersama wanita cantik yang
biasa selalu bersamaku itu. Sampai di pintu gerbang UINSA Surabaya aku bertemu
dengan salah satu mahasiswa KPI semester 4 ku sedikit berdialog dengannya
sebagai tanda sapa. Tak lama kemudian datanglah segerombolan mahasiswa retorika
dengan mengendarai motornya masing-masing. Beberapa dari mereka menghampiri ku
dan Nitra. Udah lama tah disini? Tanya trisno.
Aku
dan teman-temanpun capcus menuju kediaman Trainer itu. Aku di bonceng oleh
temanku yang bernama Diana dengan mengendarai motor Honda Supra. Tibalah di
tempat pengarang buku Da’I sukses itu, dan disitulah kami semua menimba ilmu
selain di kampus. Namun sambil lalu menunggu teman-teman yang belum datang
ustadz yang penuh semangat itu bercerita bahwa beliau lagi sakit, tapi kata
beliau sakit bukan alasan untuk tidak berbagi ilmu. “masak sudah nyampek sini
saya suruh pulang lagi gara-gara saya sakit? Haha” guyonnya. Subhanallah
semangatnya luar biasa.
Teman-temanpun
berdatangan satu persatu, lalu di mulailah perkuliahan tambahan ini. Dosen yang
mempunyai 3 pesantren itu menjelaskan tetang hukum. Awalnya beliau menerangkan
tentang Hukum Alam, hukum ini berlaku pada siapa saja tidak perduli siapa yang
menjatuhkan. Misalnya, aku menjatuhkan kaca mata ini ke bawah, jadi tetap saja
kaca mata itu sudah jatuh karena saya yang menjatuhkan baik sengaja maupun
tidak sengaja, dan tidak bisa di batalin jatuh karena memang sudah jatuh.
Selanjutnya
Hukum Mestakung singakatan dari Semesta Mendukung. Contohnya hukum mestakung
misalnya menyebut kata Bodoh… bodoh.. bodoh.. maka kata itu akan akan kembali
kepada diri kita atau kalau saya menganggap seperti mantul. Misalnya lagi jika
kita memberikan sesuatu yang positif kepada orang lain, maka sesuatu yang
positif itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Jadi tergantung bagaimana
diri kita, jika yang di tanam energy positif maka yang keluar juga positif tapi
jika yang kita tanam energy negative maka yang keluarpun energy negative.
Karena apa yang kita lakukan sekarang adalah tabungan kita nanti.
Hukum Mestakung meliputi tiga hukum
1.
Hukum
Kritis yang berbunyi: dalam setiap kondisi kritis yakinlah pasti ada jalan
keluar. Sebagaimana dalam QS. Al-Insyirah [94]: 06
¨bÎ)
yìtB Îô£ãèø9$# #Zô£ç ÇÏÈ
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan.
Dalam
ayat ini sudah jelas janji Allah SWT. Bahwa setiap masalah yang terjadi pada
diri kita pasti ada jalan keluarnya. Jadi kita tidak perlu khawatir dan harus
yakin pasti ada kemudahan (jalan keluar) yakni kita harus mempunyai keiman
kepada Allah SWT.
Ada
seseorang yang selalu berbuat baik kepada orang lain meskipun ia bukan orang
Islam tapi ia mempunyai keyakinan yang kuat bahwa apa yang ia lakukan sekarang,
isok Tuhan yang akan membalasnya. Ternyata benar bahwa ia menjadi seorang yang
sukses.
2.
Hukum
Langkah (Gerak) yang berbunyi: ketika kita melangkah baru terlihatlah jalan
keluar itu
Sebagaimana firman Allah dalam QS.
An-Nahl [16]: 97
ô`tB @ÏJtã $[sÎ=»|¹ `ÏiB @2s ÷rr& 4Ós\Ré& uqèdur Ö`ÏB÷sãB ¼çm¨ZtÍósãZn=sù Zo4quym Zpt6ÍhsÛ ( óOßg¨YtÌôfuZs9ur Nèdtô_r& Ç`|¡ômr'Î/ $tB (#qçR$2 tbqè=yJ÷èt ÇÒÐÈ
Artinya: Barangsiapa
yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839]
dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih
baik dari apa yang Telah mereka kerjakan.
[839]
Ditekankan dalam ayat Ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam
mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.
Jadi
dari ayat ini sudah jelas bahwa untuk menyelesaikan masalah kita yang kita
hadapi kita tidak hanya yakin dan yakin tetapi kita juga harus berusaha mencari
jalan keluar, kita harus melakukan sesuatu dan melangkan untuk menemukan jalan
itu. Dalam Islam jalan keluar itu dapat di tempuh dengan keimanan dan melakukan
amal sholeh sebagaimana yang sudah di jelaskan ayat di atas. Zpt6ÍhsÛZo4quym
3.
Hukum
Tekun yang berbunyi: ketika kita melangkah dengan tekun maka terjadilah
mestakung itu.
Untuk
melakukan hukum kritis dan hukum langkah, kita harus mempunyai ketekunan untuk
meraih hukum mestakung tersebut. Jadi ketiga hukum ini saling berkaitan satu
sama lain, seseorang yang hanya mempunyai keyakinan saja tanpa adanya usaha
atau melangkah untuk mencari jalan keluar maka jalan keluar itu tidak akan
segera ditemukan tanpa adanya ketekunan pada diri kita.
Ternyata
hukum alam tidak bertentangan dengan hukum dalam al-Qur’an dalam hal ini, Hukum
Kritis sama dengan Iman, Hukum Langkah sama dengan Amal Sholeh dan Hukum Tekun
sama dengan Taqwa.
pt6ÍhsÛZo4quym
(Kehidupan ynag
baik) bentuknya ada 4:
1.
Jalan
keluar
2.
Rizqy
tidak di sangka-sangka
3.
Di
cukupi hidupnya
4.
Di
mudahkan dalam segala urusan
Sebagaimana dalam QS. At-Atthalaq
[65]:2-3-4
4 `tBur È,Gt ©!$# @yèøgs ¼ã&©! %[`tøxC ÇËÈ çmø%ãötur ô`ÏB ß]øym w Ü=Å¡tFøts 4 `tBur ö@©.uqtGt n?tã «!$# uqßgsù ÿ¼çmç7ó¡ym 4 ¨bÎ) ©!$# à÷Î=»t/ ¾ÍnÌøBr& 4 ôs% @yèy_ ª!$# Èe@ä3Ï9 &äóÓx« #Yôs% ÇÌÈ 4 `tBur È,Gt ©!$# @yèøgs ¼ã&©! ô`ÏB ¾ÍnÍöDr& #Zô£ç ÇÍÈ
2. Barangsiapa bertakwa kepada
Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
3. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah
akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang
(dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap
sesuatu.
4. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah,
niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.
Banyak
orang mengenal al-Qur’an hanya di buat pajangan, mungkin di baca tetapi dalam
membacanya tidak di cerna dengan maksud dan maknanya sehingga al-Qur’an hanya
di gunakan untuk mengusir syetan. Di contohkan oleh utadz Faqih ketika di
pasar, ada seorang penjual sambil teriak-teriak obat pengusir syetan, obat
pengusir syetan. Motivator itu penasaran apa obat pengusir syetan itu katanya.
Ternyata obat pengusir syetan adalah ayat kursi yang biasanya di jula
dimana-mana dengan di kasih vigora di luarnya. Dari sini sudah membuktikan
bahwa banyak orang yang menggunakan al-Qur’an sebagai pengusir syetan.
3 Obat anti Miskin
1.
Iman
2.
Amal
sholeh
3.
Taqwa
“Seseorang yang masih merasakan galau
berarti aqidahnya masih kurang beres” ungkap laki-laki tinggi besar itu dengan
tegas.
Andaikan
al-Qur’an itu hanya surah al-Ashr saja, itu sudah cukup untuk menjadi dalih
kehidupan manusia.
ÎóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# Å"s9 Aô£äz ÇËÈ wÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur Îö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ
1. Demi masa.
2.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati
supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Kisah
singkat Ibnu Hajar al-Asqalani, karena dianggap nalarnya tidak bisa mengikuti
pelajaran, maka oleh Dewan Guru dikeluarkan dari sekolah. Di tengah kesedihan,
ketika ‘Asqalani sedang berjalan, ia melihat air yang menetes ke atas sebuah
batu. Tetesan air yang sekali-kali itu ternyata bisa membuat permukaan batu itu
menjadi cekung dibuatnya. Ibnu Hajar berkata kepada dirinya sendiri “Batu saja
bisa berlubang karena ditetesi air setiap hari. Berarti otak saya bisa juga
kalau dimasuki ilmu setiap hari”. Dia pun segera menemui gurunya dan
menjelaskan peristiwa yang baru dilihatnya itu. Singkatnya si Guru berkenan
untuk menerimanya sebagai murid. Dengan semangat itu, Ibnu Hajar al-Asqalani
belajar teru dengan sabar dan kemauan yang kuat. Sejarah mencatat berkat
kemauan belajarnya yang membaja kelak ia berhasil menjadi ulama besar yang amat
disegani pada zamannya. Ibnu Hajar yang bermakna “anak batu” di depan namanya,
merupakan kenang-kenangan yang diperolehnya dan sekarang banyak di kenal orang
sebagai imam dan ulama Ahlusunnah yang mensyarahkan kitan Shahih al-Bukhari
dengan kitab Fathul Bari-nya. Kisah ini di kutip dari sebuah buku yang
berjudul: Anakku Maukah Kau Jadi
Pengusaha?, Oleh DR.H. Muhammad Syahrial, SE. halaman
146-147.
Kisah
di atas menunjukkan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, asalkan
kita yakin, berusaha dan bersungguh-sungguh (tekun).
v Hukum Kekekalan
Energy
Energy dunia
bersikap tetap, tidak akan di ciptakan lagi, tidak akan pernah hilang hanya
berubah bentuk saja.
Contoh: Energi
yang kita keluarkan 100 maka energy yang kita dapatpun juga 100
Intinya, jumlah
usaha sama dengan hasil usaha
Hasil usaha sama
dengan hasil usaha yang tampak plus tabungan energy psotif (+) atau negative
(-).
Sebagaimana
dalam QS. Al-Zazalah [99]: 7-8
`yJsù ö@yJ÷èt tA$s)÷WÏB >o§s #\øyz ¼çntt ÇÐÈ `tBur ö@yJ÷èt tA$s)÷WÏB ;o§s #vx© ¼çntt ÇÑÈ
7. Barangsiapa yang
mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan
sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Hukum alam bisa
di cairkan berupa:
1.
Harta
2.
Tahta
3.
Kata
4.
Cinta
Keempat-empatnya
ini merupakan bagian dari pencairan energy.
Yang
lalu jangan terlalu di ratapi, karena tidak akan kembali.
Yang
esok jangan terlalu di pikirkan, karena belum tentu kita masih hidup. Ini
adalah kata bijak dari seorang motivator handal itu.
Setelah
beberapa jam aku menimba ilmu dari seorang trainer itu akan dan teman-temanpun
pamit pulang karena memang waktu itu hari jum’at dan bagi yang laki-laki harus
melaksanakan sholat juma’at. Akupun di antar Diana pulang ke pendok setelah
sampai pondok sayapun berlanjut mengerjakan tugas, lalu menyiapkan
barang-barang untuk di bawa pulang kampung ke Madura karena sudah 1 bulan lebih
saya belum bisa pulang kampung.
Sholat
juma’atan selesai lalu saya siap-siap untuk meluncur ke pulau Madura dengan
mengendari sepeda motor bersama teman satu pondok saya. Cuaca mulai mendung
akhirnya saya memutuskan untuk tidak melewati jalur jembatan Suramadu karena di
khawatirkan turun hujan, jadi untuk mengambil jalan aman tanpa terkena hujan
sayapun pulang ke Madura melewati Tanjung Perak dan menaiki kapal, aku dan
temanku berada di paling depan sambil melihat pemandangan alam yang sangat
indah, sugguh indah ciptaan Tuhan Semesta Alam. Waktu itu aku juga melihat
banyak ubur-ubur berwarna putih berada di dalam laut, saat itu saya merasa
senang sekali karena bisa pulang kampung bersama teman saya yang dari Tuban.
Di
kapal saya melihat orang tua dan terlihat tidak seperti orang-orang normal
lainnya, tampak ada keanehan dari diri orang tua itu, namun yang sangat saya
banggakan meskipun ia seperti orang yang mengalami gangguan jiwa ia mampu
memberikan beberapa pesan-pesann keislaman kepada penumpang kapal orang itu berceramah
tentang bulan rajab, bulan muharram dll. Hampir semua penumpang kapal
melihatnya sambil menertawainya, akupun bingung dan timbul pertanyaan dalam
pikiran saya, “ini orang bagus ceramahnya, kok seperti mengalami gangguan jiwa
ya? Tapi aku sangat salut dan bangga terhadapnya, ia bisa memberikan
siraman-siraman rohani kepada para penumpang kapal, selain ceramahnya bagus
suaranyapun juga merdu ia membacakan do’a bulan rajab dengan di lagukan “Allahumma Bariklana Fii Rajaba wa Sya’bana
waballighna Ramahana”. Setelah mendengar ceramah yang di sampaikan olehnya
aku merasa terinspirasi dan lebih bersemangat untuk ceramah. “Orang itu loo
bisa ceramah sebagus itu kenapa aku harus tidak, aku yakin aku pasti bisa”
krentekku di dalam hati dengan penuh semangat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar