Senin, 11 Mei 2015

T-O-T



Haripun sudah semakin siang, panasnya matahari cetar menyinari kampus Uneversitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Ku berjalan menuju masjid Ulul Albab bersama teman satu kelas saya yaitu, Mahabbatus Sholichah untuk melaksanakan kewajiban saya sebagai umat Islam yakni sholat dzuhur. Sebelum aku melaksanakan sholat akupun ke tempat wudlu’ terlebih dahulu, namun ketika itu aku melihat seorang tante-tante bersama anaknya memasuki area kamar mandi, sedangkan waktu itu banyak sekali yang lagi ngantri kamar mandi ada juga yang mau buang air besar ataupun air kecil, tetapi tante-tante yang baru datang itu tiba-tiba memasuki kamar mandi duluan tanpa izin sama yang sudah ngantri lama. Aku hanya bisa melihat dan tak bisa melarangnya karena saya tidak berani menegor dan saat itu juga aku berfikir apakah hal yang seperti ini juga termasuk akhlak? Ku tetap berfikir dan berfikir tanpa ketemu ujung jawabannya.
Akhirnya akupun berpendah dari tempat itu dan mengambil wudlu’ di tempat sebelah, selesai wudlu’ aku langsung melaksanakan sholat dzuhur. Tak lama kemudian ku melirik jam dinding masjid waktupun sudah menunjukkan pukul 12.14 akupun mengajak Mahabbah untuk masuk ke kelas karena di kwatirkan terlambat, sebelum menuju kelas ku melihat salah satu teman yang satu konsentrasi sama aku. “Loh udah mau masuk tah? Kan masih jam segini”. Sapanya. Gak apa-apa dari pada telat mending kita nunngu di kelas aja. Jawabku.
Aku dan Mahabbahpun segera bergegas menuju ruang D1.211. sampai di kelas ternyata ada beberapa anak yang sudah datang kira-kira sekitar 5 orang dan pada duduk di kursi pilihannya masing-masing. Salah satunya ialah Diana Cholidah yang biasa bersamaku dan akupun mengambil posisi duduk di kursi paling depan sebelah selatan sedangkan mahabbah lebih memilih di kursi tengah 3 baris ke belakang dari tempat dudukku.
Satu persatu dari teman-teman retorika berdatangan dan masing-masing dari mereka mengambil posisi duduk sesuai yang dipilihnya, selang beberapa waktu bapak Nasrul Faqih juga datang tak lupa mengucapkan salam “Assalamu’alaikum Wr.Wb” kamipun serentak menjawab salam beliau sebagai tanda semangat mengikuti perkuliahan hari ini. Sebagaimana yang sudah diajarkan untuk mengawali belajar harus diawali dengan pembacaan do’a jadi sebelum melanjutkan pembelajaran bapak pngarang buku Menjadi Da’I yang di Cintai itu mengawali perkuliahan hari ini dengan pembacaan al-Fatihah.
Perkuliahan hari ini diisi oleh seorang motivator dan memberikan beberapa materi tentang TOT –Outbound Training. Dalam training ini pastinya ada Client yang meliputi:
·         Perusahaan Swasta,
·         Sebuah Lembaga Pendidikan Swasta,
·         Instansi Pemerintahan.
Dari masing-masing perusahaan atau lembaga swasta terbut pasti mempunyai masalah misalnya, karyawannya malas, jadi sebelum membuat proposal atau sebelum mengajukan proposal itu harus melakukan wawancara terlebih dahulu. Tiba-tiba datanglah salah satu mahasiswa yang mengenakan baju batik warna biru sambil membungkukkan tubuhnya dan bersalaman kepada bapak dosen, terhentilah sejenak pembicaraan beliau dan menunggu mahasiswa itu duduk.
Bapak dosen berkacamata itu melanjutkan menjelaskan keterangan yang sempat tertunda, bahwa sebelum membuat proposal yang akan di ajukan nanti harus melakukan wawancara dengan bertanya tentang bagaimana permasalahannya kemudian di desain sesuai yang kita butuhkan. Setelah kita mengetahui apa permasalahannya, kondisi dan kegunaan karyawan dalam perusahaan itu untuk apa? Langkah selanjutnya ialah dengan membuat rundown yang meliputi:
Rundown
·         Ice Breaking
·         4i (Ilham,-Inspirasi-Imajinasi-Intuisi)
·         Moment of Truth (MOT)
·         Communication & Presentation Skills
·         Game Development
·         Report
·         Event Organizer
Jika ingin menggunakan game, bentuk gamenya seperti apa? Ice breakingnya seperti apa? Motivasi materi seperti apa yang harus diberikan pada perusahaan itu?
Di dalam TOT biasanya waktunya 3 hari di ajari untuk membikin sebuah training menjadi Event Organizer kemudian di ajari public speaking. Dengan beberapa materi Moment of Truth (MOT)
·         Communication & Presentation Skills
·         Game Development
·         Report
·         Event Organizer

Menurut dosen bersepatu putih merah itu bahwa itu semua ada bekal yang penting bahwa kita tidak hanya menunggu lulus dari fakultas dakwah.


Gambar diatas menurut pengarang buku Menjadi Da’I Sukses itu, jika orang yang kreatif melihat gambar tersebut maka gambar itu tidak hanya tampak seperti gambar tersenyum tetapi gambar itu bisa saja menjadi berbagai macam gaya atau model yang dilihatnya. Bahkan bisa jadi dalam gambar tersebut banyak berbagai macam cerita yang kita tidak ketahui.
Ada kecenderungan dengan anak indigo, anak indigo bisa melihat yang kita tidak bisa karena menggunkan frekuensinya Jin 7-8 Hz. Misalnya, suatu ketika anak indigo sebut saja dengan panggilan (I) saat itu ia lagi makan bersama ibu dan ayahnya si sebuah restoran, si (I) melihat pocong yang sedang mengikuti mama nya yang lagi makan dengan menu ikan bebek sedangkan kedua orang tuanya terebut tidak melihat apa yang anaknya lihat. Setelah sampai di dalam mobil anak berinisial (I) tersebut bercerita bahwa tadi ketika mamanya lagi makan di ikuti oleh pocong dan sambil menjilat-jilat makanan yang mamanya makan.
Sedangkan saya ketika melihat gambar tersebut yang tampak hanya lingkaran besar berwarna kuning serta dengan garis pinggir warna merah dan di dalam lingkaran besar itu terdapat 2 lingkaran kecil sebagai mata juga di lapisi sedikit warna kuning dan garis waran merah dan di bawah 2 lingkaran kecil itu juga terdapat garis merah melengkung ke atas bagaikan bentuk mulut yang tersenyum. Jadi intinya yang saya lihat ialah hanya gambar emoticon lambang smile (senyum).
Sedikit cerita ketika bapak Nasrul Faqih makan di bebek sinjay Bangkalan Madura. Saat itu beliau melihat banyak sekali orang yang ingin makan di bebek sinjay namun saking larisnya sehingga ketika mau bayar di kasir harus mengatri sebegitu panjangnya. Tetapi Alhamdulillah beliau sendiri tidak perlu menunggu antrian seperti pengunjung lainnya karena beliau ketika ke bangkalan di undang oleh bupati ataupun kepala sekolah sebelumnya di telpon atau dipesan terlebih dahulu sehingga ketika makan di bebek sinjay tersebut tidak perlu mengantri lama seperti orang-orang lainnya bisa saja sampai 350 antrian padahal sebenarnya jika dilihat dari makannya biasa-biasa saja, namun sangat banyak yang tertarik sehingga rela-relain mengantri sebegitu lamanya.
Kembali ke Laptop
Perubahan
Yang kekal di dunia ini adalah PERUBAHAN dan Yang pasti adalah KETIDAKPASTIAN.
Jika Anda setuju, maka Anda memiliki persepsi yang sama dengan kami.
Setiap kita tak mampu membendung PERUBAHAN, karena PERUBAHAN bergerak sekencang perputaran waktu. Masalahnya kemana Anda berubah, bisakah Anda kendalikan KETIDAKPASTIAN dan puaskah Anda dengan PERUBAHAN yang terjadi.
Jika dalam hidup ini tidak siap menhadapi perubahan dan tidak siap menghadapi ketidakpatian maka pasti kita akan mengalami stress. Karena dalam hidup ini tidak lepas dari yang namanya perubahan dan ketidakpastian Jadi jika jatuh cinta jangan terlalu cinta karena masih di dunia jadi belum pasti, tapi persiapan cinta kita yang sesungguhnya ketika kita menghadap khalifah Allah itulah yang pasti.
Ada sapasang rokok di lapiran “Jadi tua itu pasti, tapi jadi dewasa itu pilihan” ketika sang motivator itu menyebutkan kata-kata tersebut di ulang sampai dua kali sebagai kata penegasan dengan nada yang lebih tinggi. “jadi mayat itu pasti, tapi bagaimana persiapan kita ketika menghadap keharibaan Allah SWT.
Banyak orang yang lupa orang yang bermaksiat itu melakukan maksiat sehingga perubahan itu adalah sebuah keniscayaan. Sehingga pertanyaannya adalah “perubahan kearah mana?” jika sekedar berubah banyak orang yang berubah, kearah yang positif atau yang negative? Perubahan bergerak sekencang perputaran waktu. Masalahnya kemana Anda berubah, bisakah Anda kendalikan ketidakpastian dan puaskah Anda dengan perubahan yang terjadi.
Ketika dosen berbaju bati itu menyebutkan kata kunci, beliau sambillalu menulis papan warna putih dan mebacakannya dengan nada yang standar, bahwa kata kunci tersebut adalah yang pertama, Perubahan kedua, Ketidakpastian. Kalau anda tidak siap menghadapi ketikpastian dan tidak siap berubah maka anda harus siap-siap untuk menjadi orang yang stress. Itulah kata yang disampaikan oleh pengarang buku Menjadi Da’I Sukses.
Perubahan adalah sebuah keniscayaan kalau bahasa gaulnya sekarang adalah move on, kata Move On disini ditulis oleh bapak Faqih dengan spidol berwarna hijau kemudian di lingkari sebagai penegasan.

Membangun..

Ketika PERUBAHAN dan KETIDAKPASTIAN adalah keseharian, maka tidak ada pilihan bagi kita kecuali :
            Membangun KEYAKINAN
            Menuju KESEMPURNAAN
Keyakinan untuk mengambil keputusan dan Kesempurnaan mewujudkan harapan dan cita-cita.
Dari sini ditemukan dua kata kuci lagi yaitu, keyakinan dan kesempurnaan.
Yakin                          = 1
Tidak Yakin                = 0
Berapapun tidakan yang kita lakukan 10 kali maupun 100 kali jika kita tidak yakin maka hasilnya tetap nol (0). Jadi jika kita mempunyai keyakinan maka kita akan mempunyai nilai 1 jika 3 kali yakin maka nilainya 3 begitupunn seterusnya.
Jika anda mempunyai keyakinan maka anda berarti:
Action
Passion
Mission, dan pastinya
Berkolaboration
Dari semua ini harus mempunyai kayakinan jika kita tidak mempunyai misi dan keyakinan untuk meraih cita-cita dan harapan maka tidak akan semangat yang ada hanya bermalas-malasan karena tidak mempunyai tujuan yang pasti.
Jika anda ingin move on tapi tidak mempunyai vision, actionnya tidak jelas itu seperti ada orang yang menaiki tangga sampai lantai 20 tapi ketika sampai pada lantai ke 20 tidak tahu apa yang mau di lakukan yakni kebingungan akhirnya hasilnya sia-sia. Jika orang tidak mempunyai passion maka tindakannya akan ngawur, kelihatannya saja super sibuk tapi tidak mempunyai passion. Dan ini terjadi karena tidak mempunyai keyakinan.
3 kata kunci yaitu:
Kesadaran – Kepedulian – Kepentingan
Kesadaran itu muncul harus diawali dengan proses berpikir karena dari berfikir akan timbul pemahaman dan muncul kesadaran. Proses berfikir itu ada 4, yaitu:
1.      Otak
2.      Indra
3.      Fakta
4.      Informasi
Kemampuan manusia mengaitkan informasi yang ia punya dengan fakta, kemapuan ini yang disebut dengan Berbeda. Perbedaan manusia dengan hewan. Manusia mempunyai proses berpikir tapi hewan tidak, dengan proses berfikir muncul pemahaman dan dalam pemahaman akan timbul kesadaran.
KESADARAN adalah kata kunci keberhasilan tetapi tidak setiap orang mampu membangun KESADARAN.
Kenapa ?
Karena KESADARAN membutuhkan KEPEDULIAN dan tidak semua orang mau mengabdikan diri pada KEPEDULIAN.
Kenapa ?
Karena KEPEDULIAN muncul diakibatkan oleh KEPENTINGAN. Dan tidak semua orang menyadari arti pentingnya hidup dan kehidupan, bahkan pentingnya keberadaan diri di muka bumi.
Jadi setelah muncul kesadaran kita harus menemukan misi hidup kita masing-masing. Jika orang dalam hidupnya tidak mempunyai misi berarti dalam hidupnya hanya di isi makan, yakni hidup untuk makan bukan makan untuk hidup. Padahal yang benar adalah “makan untuk hidup bukan hidup untuk makan” bicaralah yang penting jangan yang penting bicara, karena jika yang penting bicara berarti asbun (asal bunyi).
Menjadi Intuitif
INTUITIF adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan intuisinya dalam kehidupan sehari-hari. Dan INTUISI adalah suara hati yang memberikan input pada KESADARAN secara tiba-tiba.  
Secara tiba-tiba ?
Karena intuisi adalah sebuah proses nonliniar dan nonempiris dalam memperoleh serta menafsirkan informasi untuk menjawab berbagai pertanyaan.
 
 



Apa saja yang harus disiapkan?
         Persiapan Materi
         Persiapan Audiens
         Persiapan Fisik
         Persiapan Alat
         Persiapan diri
         Persiapan Tanya Jawab
Ice Breaking
Sebuah cara untuk membuat peserta pelatihan, seminar, pertemuan, atau meeting menjadi terkonsentrasi
Peralihan situasi dari yang membosankan, membuat ngantuk, menjenuhkan, dan tegang menjadi rileks, bersemangat, ada perhatian dan ada rasa senang untuk mendengarkan atau melihat orang yang berbicara di depan kelas.
Mengapa Forum jadi tidak menarik ?
         Peserta tidak saling mengenal.
         Peserta sudah lelah
         Peserta mengantuk
         Nada pembicara monoton, tidak ada variasi
         Suara pembicara lembut
         Peserta dalam kondisi lapar
         Waktu pertemuan setelah makan siang/Malam
         Ketika mereka sudah saling kenal, sehingga mereka cenderung bicara sendiri-sendiri
         Sifat pertemuan sangat formal, sehingga menegangkan.
Akibat forum yang Tidak Menarik?
         Materi tidak dapat dipahami
         Antipati terhadap pembicara
         Penolakan terhadap setiap ide
         “Pemberontakan” terhadap acara tersebut
         Seluruh program menjadi sia-sia
Cara Mencairkan Forum
Ice Breaker bisa juga memakai gerakan, ucapan bersama, nyanyian, body language utk menyatukan konsentrasi peserta, menyegarkan pikiran serta membuat suasana gembira dan kondusif.
Ada beberapa prasyarat utk mencairkan suasana :

         Kalimat yang bisa menarik perhatian audience dalam 11 menit pertama.
         Adanya gerakan fisik yang mengundang perhatian peserta.
         Peserta seminar atau pelatihan dilibatkan dalam satu topik
         Adanya bunyi-bunyian yg merangsang pendengaran peserta
         Anekdot yang bisa membuat semua peserta tertawa
         Perenungan yg menghendaki jawaban bersama.
         Gerakan fisik yg bisa “membangunkan”peserta
         Momen yang bisa mengubah jalan pikiran peserta.
         Aksentuasi suara yg menyedot perhatian peserta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar