Haripun
sudah semakin siang, panasnya matahari cetar menyinari kampus Uneversitas Islam
Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Ku berjalan menuju masjid Ulul Albab
bersama teman satu kelas saya yaitu, Mahabbatus Sholichah untuk melaksanakan
kewajiban saya sebagai umat Islam yakni sholat dzuhur. Sebelum aku melaksanakan
sholat akupun ke tempat wudlu’ terlebih dahulu, namun ketika itu aku melihat
seorang tante-tante bersama anaknya memasuki area kamar mandi, sedangkan waktu
itu banyak sekali yang lagi ngantri kamar mandi ada juga yang mau buang air
besar ataupun air kecil, tetapi tante-tante yang baru datang itu tiba-tiba
memasuki kamar mandi duluan tanpa izin sama yang sudah ngantri lama. Aku hanya bisa
melihat dan tak bisa melarangnya karena saya tidak berani menegor dan saat itu
juga aku berfikir apakah hal yang seperti ini juga termasuk akhlak? Ku tetap
berfikir dan berfikir tanpa ketemu ujung jawabannya.
Akhirnya
akupun berpendah dari tempat itu dan mengambil wudlu’ di tempat sebelah,
selesai wudlu’ aku langsung melaksanakan sholat dzuhur. Tak lama kemudian ku
melirik jam dinding masjid waktupun sudah menunjukkan pukul 12.14 akupun
mengajak Mahabbah untuk masuk ke kelas karena di kwatirkan terlambat, sebelum
menuju kelas ku melihat salah satu teman yang satu konsentrasi sama aku. “Loh
udah mau masuk tah? Kan masih jam segini”. Sapanya. Gak apa-apa dari pada telat
mending kita nunngu di kelas aja. Jawabku.
Aku
dan Mahabbahpun segera bergegas menuju ruang D1.211. sampai di kelas ternyata
ada beberapa anak yang sudah datang kira-kira sekitar 5 orang dan pada duduk di
kursi pilihannya masing-masing. Salah satunya ialah Diana Cholidah yang biasa
bersamaku dan akupun mengambil posisi duduk di kursi paling depan sebelah
selatan sedangkan mahabbah lebih memilih di kursi tengah 3 baris ke belakang
dari tempat dudukku.
Satu
persatu dari teman-teman retorika berdatangan dan masing-masing dari mereka
mengambil posisi duduk sesuai yang dipilihnya, selang beberapa waktu bapak
Nasrul Faqih juga datang tak lupa mengucapkan salam “Assalamu’alaikum Wr.Wb”
kamipun serentak menjawab salam beliau sebagai tanda semangat mengikuti
perkuliahan hari ini. Sebagaimana yang sudah diajarkan untuk mengawali belajar
harus diawali dengan pembacaan do’a jadi sebelum melanjutkan pembelajaran bapak
pngarang buku Menjadi Da’I yang di Cintai itu mengawali perkuliahan hari ini
dengan pembacaan al-Fatihah.
Perkuliahan
hari ini diisi oleh seorang motivator dan memberikan beberapa materi tentang
TOT –Outbound Training. Dalam training ini pastinya ada Client yang meliputi:
·
Perusahaan
Swasta,
·
Sebuah
Lembaga Pendidikan Swasta,
·
Instansi
Pemerintahan.
Dari
masing-masing perusahaan atau lembaga swasta terbut pasti mempunyai masalah
misalnya, karyawannya malas, jadi sebelum membuat proposal atau sebelum mengajukan
proposal itu harus melakukan wawancara terlebih dahulu. Tiba-tiba datanglah
salah satu mahasiswa yang mengenakan baju batik warna biru sambil membungkukkan
tubuhnya dan bersalaman kepada bapak dosen, terhentilah sejenak pembicaraan
beliau dan menunggu mahasiswa itu duduk.
Bapak
dosen berkacamata itu melanjutkan menjelaskan keterangan yang sempat tertunda,
bahwa sebelum membuat proposal yang akan di ajukan nanti harus melakukan
wawancara dengan bertanya tentang bagaimana permasalahannya kemudian di desain
sesuai yang kita butuhkan. Setelah kita mengetahui apa permasalahannya, kondisi
dan kegunaan karyawan dalam perusahaan itu untuk apa? Langkah selanjutnya ialah
dengan membuat rundown yang meliputi:
Rundown
·
Ice
Breaking
·
4i
(Ilham,-Inspirasi-Imajinasi-Intuisi)
·
Moment
of Truth (MOT)
·
Communication
& Presentation Skills
·
Game
Development
·
Report
·
Event
Organizer
Jika
ingin menggunakan game, bentuk gamenya seperti apa? Ice breakingnya seperti
apa? Motivasi materi seperti apa yang harus diberikan pada perusahaan itu?
Di
dalam TOT biasanya waktunya 3 hari di ajari untuk membikin sebuah training
menjadi Event Organizer kemudian di ajari public speaking. Dengan beberapa
materi Moment of Truth (MOT)
·
Communication
& Presentation Skills
·
Game
Development
·
Report
·
Event
Organizer
Menurut
dosen bersepatu putih merah itu bahwa itu semua ada bekal yang penting bahwa
kita tidak hanya menunggu lulus dari fakultas dakwah.
Gambar
diatas menurut pengarang buku Menjadi Da’I Sukses itu, jika orang yang kreatif
melihat gambar tersebut maka gambar itu tidak hanya tampak seperti gambar
tersenyum tetapi gambar itu bisa saja menjadi berbagai macam gaya atau model
yang dilihatnya. Bahkan bisa jadi dalam gambar tersebut banyak berbagai macam
cerita yang kita tidak ketahui.
Ada
kecenderungan dengan anak indigo, anak indigo bisa melihat yang kita tidak bisa
karena menggunkan frekuensinya Jin 7-8 Hz. Misalnya, suatu ketika anak indigo
sebut saja dengan panggilan (I) saat itu ia lagi makan bersama ibu dan ayahnya
si sebuah restoran, si (I) melihat pocong yang sedang mengikuti mama nya yang
lagi makan dengan menu ikan bebek sedangkan kedua orang tuanya terebut tidak
melihat apa yang anaknya lihat. Setelah sampai di dalam mobil anak berinisial
(I) tersebut bercerita bahwa tadi ketika mamanya lagi makan di ikuti oleh
pocong dan sambil menjilat-jilat makanan yang mamanya makan.
Sedangkan
saya ketika melihat gambar tersebut yang tampak hanya lingkaran besar berwarna
kuning serta dengan garis pinggir warna merah dan di dalam lingkaran besar itu
terdapat 2 lingkaran kecil sebagai mata juga di lapisi sedikit warna kuning dan
garis waran merah dan di bawah 2 lingkaran kecil itu juga terdapat garis merah
melengkung ke atas bagaikan bentuk mulut yang tersenyum. Jadi intinya yang saya
lihat ialah hanya gambar emoticon lambang smile (senyum).
Sedikit
cerita ketika bapak Nasrul Faqih makan di bebek sinjay Bangkalan Madura. Saat
itu beliau melihat banyak sekali orang yang ingin makan di bebek sinjay namun saking
larisnya sehingga ketika mau bayar di kasir harus mengatri sebegitu panjangnya.
Tetapi Alhamdulillah beliau sendiri tidak perlu menunggu antrian seperti
pengunjung lainnya karena beliau ketika ke bangkalan di undang oleh bupati
ataupun kepala sekolah sebelumnya di telpon atau dipesan terlebih dahulu
sehingga ketika makan di bebek sinjay tersebut tidak perlu mengantri lama
seperti orang-orang lainnya bisa saja sampai 350 antrian padahal sebenarnya
jika dilihat dari makannya biasa-biasa saja, namun sangat banyak yang tertarik
sehingga rela-relain mengantri sebegitu lamanya.
Kembali
ke Laptop
Perubahan
Yang kekal di dunia ini adalah PERUBAHAN dan
Yang pasti adalah KETIDAKPASTIAN.
Jika Anda setuju, maka Anda
memiliki persepsi yang sama dengan kami.
Setiap kita tak mampu
membendung PERUBAHAN, karena PERUBAHAN bergerak sekencang perputaran waktu.
Masalahnya kemana Anda berubah, bisakah Anda kendalikan KETIDAKPASTIAN dan puaskah Anda dengan PERUBAHAN yang terjadi.
Jika dalam hidup ini tidak siap menhadapi perubahan
dan tidak siap menghadapi ketidakpatian maka pasti kita akan mengalami stress. Karena dalam hidup
ini tidak lepas dari yang namanya perubahan dan ketidakpastian Jadi jika jatuh
cinta jangan terlalu cinta karena masih di dunia jadi belum pasti, tapi
persiapan cinta kita yang sesungguhnya ketika kita menghadap khalifah Allah
itulah yang pasti.
Ada sapasang rokok di lapiran “Jadi tua itu pasti,
tapi jadi dewasa itu pilihan” ketika sang motivator itu menyebutkan kata-kata
tersebut di ulang sampai dua kali sebagai kata penegasan dengan nada yang lebih
tinggi. “jadi mayat itu pasti, tapi bagaimana persiapan kita ketika menghadap
keharibaan Allah SWT.
Banyak orang yang lupa orang yang bermaksiat itu melakukan maksiat sehingga
perubahan itu adalah sebuah keniscayaan. Sehingga pertanyaannya adalah
“perubahan kearah mana?” jika sekedar berubah banyak orang yang berubah, kearah
yang positif atau yang negative? Perubahan bergerak sekencang perputaran waktu. Masalahnya kemana
Anda berubah, bisakah Anda kendalikan ketidakpastian dan puaskah Anda dengan perubahan yang terjadi.
Ketika dosen berbaju bati itu menyebutkan kata
kunci, beliau sambillalu menulis papan warna putih dan mebacakannya
dengan nada yang standar, bahwa kata kunci tersebut adalah yang pertama, Perubahan kedua, Ketidakpastian. Kalau anda tidak siap menghadapi
ketikpastian dan tidak siap berubah maka anda harus siap-siap untuk menjadi
orang yang stress. Itulah kata yang disampaikan oleh pengarang buku Menjadi
Da’I Sukses.
Perubahan adalah sebuah keniscayaan kalau bahasa gaulnya sekarang
adalah move on, kata Move On disini ditulis oleh bapak Faqih dengan spidol
berwarna hijau kemudian di lingkari sebagai penegasan.
Membangun..
Ketika PERUBAHAN dan KETIDAKPASTIAN
adalah keseharian, maka tidak ada pilihan bagi kita kecuali :
Membangun KEYAKINAN
Menuju KESEMPURNAAN
Keyakinan untuk mengambil
keputusan dan Kesempurnaan mewujudkan harapan dan cita-cita.
Dari sini ditemukan dua kata kuci lagi yaitu, keyakinan dan kesempurnaan.
Yakin =
1
Tidak Yakin =
0
Berapapun tidakan yang kita lakukan 10 kali maupun
100 kali jika kita tidak yakin maka hasilnya tetap nol (0). Jadi jika kita
mempunyai keyakinan maka kita akan mempunyai nilai 1 jika 3 kali yakin maka
nilainya 3 begitupunn seterusnya.
Jika anda mempunyai keyakinan maka anda berarti:
Action
Passion
Mission, dan pastinya
Berkolaboration
Dari semua ini harus mempunyai kayakinan jika kita
tidak mempunyai misi dan keyakinan untuk meraih cita-cita dan harapan maka
tidak akan semangat yang ada hanya bermalas-malasan karena tidak mempunyai
tujuan yang pasti.
Jika anda ingin move on tapi tidak mempunyai vision,
actionnya tidak jelas itu seperti ada orang yang menaiki tangga sampai lantai
20 tapi ketika sampai pada lantai ke 20 tidak tahu apa yang mau di lakukan
yakni kebingungan akhirnya hasilnya sia-sia. Jika orang tidak mempunyai passion
maka tindakannya akan ngawur, kelihatannya saja super sibuk tapi tidak
mempunyai passion. Dan ini terjadi karena tidak mempunyai keyakinan.
3 kata kunci
yaitu:
Kesadaran – Kepedulian – Kepentingan
Kesadaran
itu muncul harus diawali dengan proses berpikir karena dari berfikir akan
timbul pemahaman dan muncul kesadaran. Proses berfikir itu ada 4, yaitu:
1.
Otak
2.
Indra
3.
Fakta
4.
Informasi
Kemampuan
manusia mengaitkan informasi yang ia punya dengan fakta, kemapuan ini yang
disebut dengan Berbeda. Perbedaan manusia dengan hewan. Manusia mempunyai
proses berpikir tapi hewan tidak, dengan proses berfikir muncul pemahaman dan
dalam pemahaman akan timbul kesadaran.
KESADARAN adalah kata kunci keberhasilan tetapi tidak
setiap orang mampu membangun KESADARAN.
Kenapa ?
Karena KESADARAN membutuhkan KEPEDULIAN dan tidak semua orang mau
mengabdikan diri pada KEPEDULIAN.
Kenapa ?
Karena KEPEDULIAN muncul diakibatkan oleh KEPENTINGAN. Dan tidak semua orang menyadari
arti pentingnya hidup dan kehidupan, bahkan pentingnya keberadaan diri di muka
bumi.
Jadi setelah muncul kesadaran kita harus menemukan
misi hidup kita masing-masing. Jika orang dalam hidupnya tidak mempunyai misi
berarti dalam hidupnya hanya di isi makan, yakni hidup untuk makan bukan makan
untuk hidup. Padahal yang benar adalah “makan untuk hidup bukan hidup untuk
makan” bicaralah yang penting jangan yang penting bicara, karena jika yang
penting bicara berarti asbun (asal bunyi).
Menjadi Intuitif
INTUITIF adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan
intuisinya dalam kehidupan sehari-hari. Dan INTUISI
adalah suara hati yang memberikan input pada KESADARAN
secara tiba-tiba.
Secara tiba-tiba ?
Karena intuisi adalah sebuah
proses nonliniar dan nonempiris dalam memperoleh serta menafsirkan informasi
untuk menjawab berbagai pertanyaan.
Apa
saja yang harus disiapkan?
•
Persiapan
Materi
•
Persiapan
Audiens
•
Persiapan
Fisik
•
Persiapan
Alat
•
Persiapan
diri
•
Persiapan
Tanya Jawab
Ice Breaking
Sebuah
cara untuk
membuat peserta pelatihan, seminar, pertemuan, atau meeting menjadi
terkonsentrasi
Peralihan
situasi dari yang
membosankan, membuat ngantuk, menjenuhkan, dan tegang menjadi rileks,
bersemangat, ada perhatian dan ada rasa senang untuk
mendengarkan atau melihat orang yang
berbicara di depan kelas.
Mengapa Forum jadi tidak menarik ?
•
Peserta tidak saling mengenal.
•
Peserta sudah lelah
•
Peserta mengantuk
•
Nada pembicara monoton, tidak ada
variasi
•
Suara pembicara lembut
•
Peserta dalam kondisi lapar
•
Waktu pertemuan setelah makan
siang/Malam
•
Ketika mereka sudah saling kenal,
sehingga mereka cenderung bicara sendiri-sendiri
•
Sifat pertemuan sangat formal, sehingga menegangkan.
Akibat forum yang Tidak Menarik?
•
Materi tidak dapat dipahami
•
Antipati terhadap pembicara
•
Penolakan terhadap setiap ide
•
“Pemberontakan” terhadap acara tersebut
•
Seluruh program menjadi sia-sia
Cara Mencairkan Forum
Ice
Breaker bisa juga memakai gerakan, ucapan bersama, nyanyian, body language utk menyatukan
konsentrasi peserta, menyegarkan pikiran serta membuat suasana gembira dan
kondusif.
Ada beberapa prasyarat utk mencairkan suasana :
Ada beberapa prasyarat utk mencairkan suasana :
•
Kalimat yang bisa menarik perhatian audience dalam
11 menit pertama.
•
Adanya gerakan fisik yang mengundang perhatian peserta.
•
Peserta seminar atau pelatihan
dilibatkan dalam satu topik
•
Adanya bunyi-bunyian yg merangsang
pendengaran peserta
•
Anekdot yang bisa membuat semua peserta tertawa
•
Perenungan yg menghendaki jawaban
bersama.
•
Gerakan fisik yg bisa “membangunkan”peserta
•
Momen yang bisa mengubah jalan pikiran peserta.
•
Aksentuasi suara yg menyedot perhatian
peserta.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar