Assalamu’alaikum
Wr.Wb
Sekitar
pukul 05.22. Aku terbangun dari tidur karena mendengar suara sms dari Syamsuri
yanto “Sms mendadak dari Prof Ali, sampaikan mereka yang belum ngririm blognya
melalui fb saya, akan saya coret dari mata kuliah saya. Karena sudah telat 2
minggu. Saya beri waktu sampai jam 13.00. Tks, sebarkan ke yang lain. Biar
tidak ada nama yang tercoret.” Terkagetlah dengan isi sms ini, lalu saya
melirik jam di layar HP saya ternyata jam sudah menunjukkan pukul 05.22.
“Waduhh…. Aku kesiangan.....” teriakku pelan. Lalu saya membalas sms Syamsuri
“itu alamat blognya apa isi blognya sem? Tanyaku pada Syamsuri. Lalu Syamsuri
pun menjawab “Saya juga bingung. Multi tafsir. Bisa alamat dan juga tulisan.”
Itulah percakapan saya dengan Sem lewat sms. Sayapun merasa bingung setelah Sem
bilang multi tafsir, tiba-tiba muncullah dalam pikiran saya. “klo alamatnya aku
udah ngirim dari kemaren-kemaren, wah berarti ini isi blognya” itulah yang
muncul dibenak ku. Maka segeralah saya mengambil laptop dalam lemari lalu
mengirim isi blog tersebut melalui Facebook kepada Prof. Favorit saya yaitu Prof.
Moh. Ali Aziz.
***
Selasa,
14 April 2015, saya kesiangan ketika bangun dari tidur dan mandipun masih harus
ngantri, saya kebingungan “waaah gimana nih kalau terlambat sekarang ka nada
UTS Etika Dakwah” ucapku dalam hati dengan ekspresi kebingungan. Alhamdulillah
akhirnya saya menemukan kamar mandi yang kosong dan akupun mandi, namun aku aku
ditertawain sama teman-teman dikamar karena mandiku Cuma 5 lima menit.
“hahaaha… Mbak Ratu Radega mandi bebek-bebekan” ledek Erna mahasiswa FEBI
sambil teriak-teriak di dalam kamar.
“Halah biarin aja yang penting aku mandi dan tidak telat kuliah.”
jawabku sambil tertawa hahaha. Dan ketika itu saya selalu ingat perkataan Prof.
Ali Aziz, “Bagaimana bisa mendapatkan Ilmu yang bermanfaat kalau Dosennya
datang lebih dulu dari pada mahasiswanya,” Jadi saya tidak mau kalau sampai
ilmu saya tidak bermanfaat Cuma gara-gara telat kulaih.
***
Setelah
selasai mempersiapkan apa saja yang harus dibawa kuliah, segeralah saya
bergegas menuju kampus UINSA Surabaya yang jaraknya kurang lebih 3 km dari
Pondok Pesantren Mahasiswa A-Jihad Surabaya. Ketika saya sudah sampai kampus,
sayapun langung menuju ruang kelas namun karena pintu masuk gedung B ditutup
sehingga saya harus muter melewati gedung A terlebih dahulu dan setelah saya sampai
di ruang kelas Etika Dakwah yang terletak di gedung B Fakultas Dakwah tepatnya
lantai satu disamping kirinya Toilet Putri. Alhamdulillah ternyata saya belum
terlambat dan didalam ruangan tersebut masih ada 3 mahasiswa termasuk saya.
***
Ketika
saya sampai di ruang kelas saya langung mengambil posisi duduk di kursi no 2
dari depan kemudian saya langung membuka buku Etika Dakwah karangan Dr. H. A Sunarto,
As,. M.Ei untuk melanjutkan belajar saya yang tertunda karena ketiduran
semaleman. Disitu saya mempelajari isi buku Etika Dakwah salah satu dari yang
aya pelajari ialah pengertian etika dakwah sendiri, prinsip-prinsip etika
dakwah serta kode etik dakwah yang terdiri dari 7 kode etik, yaitu: pertama, tidak memisahkan perbuatan dan
ucapan (menyelaraskan antara ucapan dan perbuatan), kedua, tidak melakukan toleransi agama, ketiga, tidak mencela sesembahan orang lain, keempat, tidak melakukan diskriminasi, kelima, tidak memungut Imbalan,
keenam, tidak mengawani pelaku maksiat, ketujuh,
tidak menyampaikan hal-hal yang tidak diketahui.
***
Setelah
saya selesai UTS saya langsung menuju Musholla yang ada di dekat tangga gedung
B. lalu saya duduk di musholla tsb sambil membuka laptop dan mengomentari blog
teman-teman saya. disitu saya bersama Mahabbah, Fajriyah, Nafis, Diana dan mas
Ilham ini semua adalah mahasiswa Retorika yang juga sedang membuka blognya
masing-masing.
***
Selain
saya mengikuti mata kuliah Etika Dakwah yang di ajar oleh Bapak Sunarto beserta
Aisdosnya hari ini saya juga mengikuti perkuliahan Tekhnik Khitobah 2 pada
pukul 12.20 WIB. yang biasa diajar oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Namun
pada pertemuan hari ini beliau tidak masuk kuliah akan tetapi tetap diwakili
oleh Bapak Faqih selaku Motivator handal yang diamanahi oleh Prof. Ali agar
memberikan ilmunya kepada mahasiswa Retorika semester 6.
Assalamu’alaikum
ucap laki-laki tinggi besar memasuki ruangan D1.211 dengan membawa tas hitam yang
berisi note book dan 10 buku Kiat Menjadi Da’I Sukses. Lalu pengarang buku Kiat
Menjadi Da’I Sukses itu mengawali perkuliahannya dengan sedikit dialog.
Benarkah
ini mata kuliah Tekhnik Khitobah 2? Iya benar ustad “jawab mahasiswa serentak.”
“Prof Ali tidak masuk tah ustad?” “oh saya kurang tau soalnya saya tidak di sms
sama beliau.” Itulah dialog antara dosen dan mahasiswanya. Saya membawa 10 buku
yang masing-masing harganya Rp. 40.000,- bagi yang berminat silahkan ambil tapi
jangan lupa bayar itulah guyonan Dr. N. Faqih Syarif H., Sos.I., M.Si. Sayapun
berminat membeli buku tersebut tapi saya masih mikir-mikir dulu karena saya
belum ada uang untuk bayar buku itu. Lalu saya Tanya teman yang dibelakang saya
yaitu Nitra. “Nit gimana kamu mau beli gak? Saya pengen beli nit, tapi saya gak
punya uang nit hehe” ungkapku pada sahabat terbaikku. Nitrapun menjawab, “haha
saya juga gak punya uang ma, gimana ya.. mau beli apa gak nehh enaknya?” aku
dan nitrapun masih kebingungan antara mau beli atau tidak? Ternyata nitra
bertanya pada Bapak Faqih, “pak kalau bayarnya 3 minggu lagi boleh gak? Tanya
nitra dengan rasa malu dan akupun tertawa haha. Alhamdulillah karena kebaikan
hati seorang motivator itu boleh bayar kapan saja yang penting bayar. “Tapi
jangan tahun depan itu ketelaluan rek” guyonnya sambil tertawa.
***
Ketika
itu saya sambil lalu mencatat di selembar kertas apa saja yang Motivator itu bicarakan baik yang bersangkutan dengan
beliau termasuk pakaian yang kenakan dan apa saja yang dibawa pada waktu itu
serta bagaimana gaya atau ekpresinya ketika menyampaikan apa yang dismpaikan,
supaya mudah ketika nantinya mau menulis tentang cerita hari ini. Namun pada
saat saya tunjukkan catatan saya kepada sahabat saya Nitra tiba-tiba ia mengerutkan
keningnya tapi sambil tertawa ketika membaca catatan saya, entah saya tidak
tahu itu pertanda apa? Oohh… Aku mulai bingung. “Kenapa ekspresimu kayak gitu
nit?” tanyaku pada gadis putih cantik itu. “haha lucu aja ma” jawabnya sambil
tertawa.
***
Nasrul
Syarif merupakan anak sulung dari 7 bersaudara. Beliau dilahirkan di kota
Lamongan, tepatnya di Babat, 13 Oktober 1973. Beliau tumbuh dan dibesarkan di
kota Pahlawan, Surabaya. Di kota Pahlawan iilah beliau menuntut ilmu mulai dari
SDN Simomulyono II Surabaya, SMPN 25 Surabaya, SMUN 6 Surabaya. Selanjutnya
beliau menempuh pendidikan tinggi di UNAIR Surabaya Fakultas Farmasi, IAIN
Sunan Ampel Surabaya yang sekarang sudah menjadi UINSA Surabaya tepatnya di
Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Magister Ilmu Komunikasi
Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Saat ini beliau telah menyandang gelar Doktor
yang diraihnya dari Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya. (kutipan dari buku
“Kiat Menjadi Da’I Sukses” halaman
akhir tentang penulis). Itulah sekilas tentang bapak Nasrul Faqih Syarif.
***
Taklama
kemudian anak sulung dari 7 bersaudara itupun memberikan beberapa materi
tentang Mesin Kecerdasan, dalam pikiran saya mesin kecerdasan itu adalah alat
sejenis elektronik yang dapat mendeteksi kecerdasan seseorang. Ternyata yang
dimaksud mesin kecerdasan oleh pak Faqih adalah STIFIn singkatan dari (S) Sensing (T) Thinking (I) Intuiting (F)
Feeling (In) Instinct.
Mesin Kecerdasan
Instinct
Thinking:
belahan otak kiri atas
Sensing: belahan
otak kiri bawah
Intuiting:
belahan otak kanan atas
Feeling: belahan
otak kanan bawah, dan
Instinct: bagian
otak tengah
Inilah
beberapa penjelasan yang diberikan oleh Master Trainer Nasional Quantum Spirit,
sambil menggambar bentuk bundar seperti bola yang diberi garis serta tulisan
tentang mesin kecerdasan seperti yang sudah saya contohkan di atas.
***
Selanjutnya penjelasan tentang TSIFIn
sesuai dengan yang disampaikan Dr. N. Faqih, bahwa:
Thinking:
·
Ketika
belajar tidak suka berkelompok tapi lebih suka individual (menyendiri)
·
Tidak
Romantis
·
Tegang
·
Berbicara
berdasarkan logika
·
Pemikir
ynag serius atau daya pikirnya kuat
Sensing:
·
Kalau
belajar lebih suka hafalan
·
Kalau
mikir sendiri berat tapi kerjanya ulet
·
Bekerja
berdasarkan SOP
·
ATM
·
Detail
(terperinci)
Intuiting:
·
Imajinasinya
liar (tidak suka rutinitas)
·
Usil
·
Kreatif
·
Tidak
suka diatur tapi kalau kerja diberi target yang global misalnya harus seleai
dalam waktu satu minggu soalnya orang tipe Intuiting tidak suka jika dikasih
waktu.
Feeling:
·
Tipe
perasaan
·
Sensi
tinggi
·
Lebih
suka belajar kelompok (diskusi)
·
Tidak
suka baca buku, misalnya ehh.. bacain buku ini habis itu jelasin ke aku.
·
Melibatkan
emoi dan perasaan
·
Suka
males
·
Gdabrus
·
Punya
kekuatan di cerita
·
Agak
lama dalam mengambil keputusan
Instinct:
·
Serba
bisa tapi tetap harus focus pada kelebihan yang dimilkinya, karena jikalau
focus maka ia akan berada di atas rata-rata
·
Suka
menyampaikan materi dengan drama.
Chemistry nya: T :
Tahta
S : Harta
I : Kata
Instinct : Bahagia
Luar
Biasa
Dari paparan
diatas merupakan beberapa ilmu yang diberikan oleh Spiritual Mutivator.
Sebelum
dosen yang terkenal energik ini melanjutkan keterangannya tentang mesin
kecerdasan yang dimiliki seseorang, Mentor FM Plus ini sedikit bercerita tentang
kecerdasan orang Madura yang mengundang beliau untuk mengisi seminar di Madura.
saat itu beliau pertamakali mengisi seminar dipulau Madura. Namun apa yang
terjadi…? Ternyata saking cerdasnya orang Madura sehingga sosok spiritual
motivator ini dijemput oleh panitia seminar dengan mengendarai mobil ambulan
biar cepet karena kalau ambulan dan lampunya nyala maka pastinya kendaraan yang
lainnya pada minggir semua. Hahahaa… “itulah cerita yang lontarkan dosen
humoris tersebut sambil mengekspresikan bagaimana ambulan yang dikendarainya
ketika menuju Madura menaiki kapal karena pada waktu itu belum ada Suramadu. Sungguh
cerita ini membuat gempar kelas Retorika. Karena saya sendiri orang Madura
sayapun tertawa jingkrak-jingkrak ketika mendengar cerita itu, sampai wajah
sayapun memerah.
***
Perkuliahan
di sore hari ini tidak membuatku terasa ngantuk sama sekali, karena Bapak
Nasrul Faqih Syarif dalam menyampaikan materi sangat luar baisa apalagi ketika
mengekspresikan ceritanya super sekali, sehingga bertambahlah semangat belajar
saya. Bagi saya perkuliahan seperti ini lebih efektif dari dari pada
perkuliahan yang bawaannya selalu serius tidak ada hiburan, humor ataupun
cerita-cerita motivasi dll.
Seiring
dengan berjalannya waktu, Pengasuh Pesantren
Terbuka Fikrul Mustanir Sidoarjo ini, melanjutkan dengan menjelaskan
memahami dan mengenal gaya komunikasi terdiri dari 3 Tipe yang disingkat dengn
VAK, yaitu:
1.
Tipe
Visual, lebih mudah menyerap atau menerima sesuatu denga penglihatan atau
visual
·
Ciri-cirinya
orang pada tipe ini ialah pilihan katanya banyak unsur melihatnya. Misalnya:
Tampaknya, kelihatannya dll.
·
Suka
berpenampilan rapi dan enak dipandang mata
·
Cara
berbicaranya cepat
·
Kalau
mau ngambil keputuan berdasarkan apa yang apa yang dilihat, misalnya data dan
gambar
2.
Tiipe
Auditori, mereka akan lebih mudah menerima informasi dengan cara mendengar,
misalnya dengan cara diceritakan atau dijelaskan. Biasanya seperti ini, menurut
yang saya dengar dll. Cirinya sebagai berikut:
·
Kalau
bicara seperti orang membaca puisi berintonasi (naik turun)
·
Suka
berbicara sendiri, , misalnya ada mahasiswa yang dimarahi dosennya, keluar dari
ruangan mahasiswa itu ngomel-ngomel sendiri. Dll
·
Suka
bersenandung, misalnya ketika di kamar mandi ia suka bernyanyi dan semacamnya
·
Suka
music
·
Kalau
mengambil keputusan berdasarkan referensi
3.
Tipe
Kinestetik, melibatkan gerak dan menyentuh perasaan mereka. Cirinya:
·
Bicara
agak lambat tapi kalau bergerak cepat
·
Biasanya
menggunakan kata: saya rasa, saya kira
·
Penampilan
tidak begitu diperhatikan
·
Apabila
mengambil keputusan jika sudah merasakan dan membuktikan sendiri
Paparan
diatas ini adalah keterangan yang sudah diberikan oleh bapak Nasrul Faqih pada
Mahasiswa Retorika semester 6. “Sekarang sudah bertambah kesaktiannya ya…?
Tanya Ustadz Faqih pada mahasiswa Retorika sambil tertawa. Itulah salah satu
guyonan motivator handal itu.
Setelah
saya mendengarkan keterangan-keterangan itu, saya berpikir “kira-kira saya
termasuk dalam tipe yang mana ya…?” ternyata saya sendiripun masih bingung saya
termasuk pada tipe yang mana, akhirnya saya trus berpikir dan berpikir, say
abaca lagi satu persatu tentang mesin kecerdasan dan gaya komunikasi tersebut,
dan akhirnya saya tahu saya termasuk pada tipe yang mana.
***
Seiring
dengan berputarnya waktu, maka selesailah perkuliahan hari ini
yang diakhiri dengan lantunan surat al-‘Asyr dan do’a kafaratul majlis bersama
yang dipimpin oleh DR. N. FAQIH SYARIF H.I., S.SOS.I., M.SI.
***
Alhamdulillah
saya masih diberi kesempatan menulis dengan kemampuan saya sendiri meskipun awalnya
saya merasa kesulitan apa yang harus saya tulis, namun karena saya selalu ingat
perkataan Mantan Dekan Fakultas Dakwah yaitu Dr. Prof. Moh. Ali Aziz, M.Ag. “tulislah
apa saja yang ada dipikiran anda jangan memikirkan bagus tidaknya tulisan itu,
yang penting anda menulis. Akhirnya sayapun terus menulis meskipun tulisan saya
belum bagus dan masih morat marit. Jujur
saya masih bingung apa yang harus saya tulis, apalagi ketika udah kehabisan ide
sampai saya ketiduran menunggu ide-ide itu. Bahkan terkadang semua itu sampai
terbawa mimpi. Lalu setelah bangun tidur saya mulai mengasah otak saya lagi
dengan melanjutkan tulisan saya. seringkali saya kebingungan tentang kosa kata
yang ingin saya gunakan, kalau sudah mulai kehilangan kosakata saya pandang
terus tulisan yang sudah saya tulis hingga akhirnya sedikit-demi sedikit
muncullah kosakata-kosakata ynag saya inginkan. Entah apa saja yang saya tulis
yang penting saya menulis dan menulis. Hehe J
Wassalamu’alaikum
Wr. Wb.
Surabaya,
18 April 2015
Sangat bagus tingkatkan lagi nulisnya
BalasHapuslanjutkan ukhty..
BalasHapus