Sabtu, 18 April 2015

Confused



Assalamu’alaikum Wr.Wb
Sekitar pukul 05.22. Aku terbangun dari tidur karena mendengar suara sms dari Syamsuri yanto “Sms mendadak dari Prof Ali, sampaikan mereka yang belum ngririm blognya melalui fb saya, akan saya coret dari mata kuliah saya. Karena sudah telat 2 minggu. Saya beri waktu sampai jam 13.00. Tks, sebarkan ke yang lain. Biar tidak ada nama yang tercoret.” Terkagetlah dengan isi sms ini, lalu saya melirik jam di layar HP saya ternyata jam sudah menunjukkan pukul 05.22. “Waduhh…. Aku kesiangan.....” teriakku pelan. Lalu saya membalas sms Syamsuri “itu alamat blognya apa isi blognya sem? Tanyaku pada Syamsuri. Lalu Syamsuri pun menjawab “Saya juga bingung. Multi tafsir. Bisa alamat dan juga tulisan.” Itulah percakapan saya dengan Sem lewat sms. Sayapun merasa bingung setelah Sem bilang multi tafsir, tiba-tiba muncullah dalam pikiran saya. “klo alamatnya aku udah ngirim dari kemaren-kemaren, wah berarti ini isi blognya” itulah yang muncul dibenak ku. Maka segeralah saya mengambil laptop dalam lemari lalu mengirim isi blog tersebut melalui Facebook kepada Prof. Favorit saya yaitu Prof. Moh. Ali Aziz.
***
Selasa, 14 April 2015, saya kesiangan ketika bangun dari tidur dan mandipun masih harus ngantri, saya kebingungan “waaah gimana nih kalau terlambat sekarang ka nada UTS Etika Dakwah” ucapku dalam hati dengan ekspresi kebingungan. Alhamdulillah akhirnya saya menemukan kamar mandi yang kosong dan akupun mandi, namun aku aku ditertawain sama teman-teman dikamar karena mandiku Cuma 5 lima menit. “hahaaha… Mbak Ratu Radega mandi bebek-bebekan” ledek Erna mahasiswa FEBI sambil teriak-teriak di dalam kamar.  “Halah biarin aja yang penting aku mandi dan tidak telat kuliah.” jawabku sambil tertawa hahaha. Dan ketika itu saya selalu ingat perkataan Prof. Ali Aziz, “Bagaimana bisa mendapatkan Ilmu yang bermanfaat kalau Dosennya datang lebih dulu dari pada mahasiswanya,” Jadi saya tidak mau kalau sampai ilmu saya tidak bermanfaat Cuma gara-gara telat kulaih.
***
Setelah selasai mempersiapkan apa saja yang harus dibawa kuliah, segeralah saya bergegas menuju kampus UINSA Surabaya yang jaraknya kurang lebih 3 km dari Pondok Pesantren Mahasiswa A-Jihad Surabaya. Ketika saya sudah sampai kampus, sayapun langung menuju ruang kelas namun karena pintu masuk gedung B ditutup sehingga saya harus muter melewati gedung A terlebih dahulu dan setelah saya sampai di ruang kelas Etika Dakwah yang terletak di gedung B Fakultas Dakwah tepatnya lantai satu disamping kirinya Toilet Putri. Alhamdulillah ternyata saya belum terlambat dan didalam ruangan tersebut masih ada 3 mahasiswa termasuk saya.
***
Ketika saya sampai di ruang kelas saya langung mengambil posisi duduk di kursi no 2 dari depan kemudian saya langung membuka buku Etika Dakwah karangan Dr. H. A Sunarto, As,. M.Ei untuk melanjutkan belajar saya yang tertunda karena ketiduran semaleman. Disitu saya mempelajari isi buku Etika Dakwah salah satu dari yang aya pelajari ialah pengertian etika dakwah sendiri, prinsip-prinsip etika dakwah serta kode etik dakwah yang terdiri dari 7 kode etik, yaitu: pertama, tidak memisahkan perbuatan dan ucapan (menyelaraskan antara ucapan dan perbuatan), kedua, tidak melakukan toleransi agama, ketiga, tidak mencela sesembahan orang lain, keempat, tidak melakukan diskriminasi, kelima, tidak memungut Imbalan, keenam, tidak mengawani pelaku maksiat, ketujuh, tidak menyampaikan hal-hal yang tidak diketahui.
***
Setelah saya selesai UTS saya langsung menuju Musholla yang ada di dekat tangga gedung B. lalu saya duduk di musholla tsb sambil membuka laptop dan mengomentari blog teman-teman saya. disitu saya bersama Mahabbah, Fajriyah, Nafis, Diana dan mas Ilham ini semua adalah mahasiswa Retorika yang juga sedang membuka blognya masing-masing.
***
Selain saya mengikuti mata kuliah Etika Dakwah yang di ajar oleh Bapak Sunarto beserta Aisdosnya hari ini saya juga mengikuti perkuliahan Tekhnik Khitobah 2 pada pukul 12.20 WIB. yang biasa diajar oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Namun pada pertemuan hari ini beliau tidak masuk kuliah akan tetapi tetap diwakili oleh Bapak Faqih selaku Motivator handal yang diamanahi oleh Prof. Ali agar memberikan ilmunya kepada mahasiswa Retorika semester 6.
Assalamu’alaikum ucap laki-laki tinggi besar memasuki ruangan D1.211 dengan membawa tas hitam yang berisi note book dan 10 buku Kiat Menjadi Da’I Sukses. Lalu pengarang buku Kiat Menjadi Da’I Sukses itu mengawali perkuliahannya dengan sedikit dialog.
Benarkah ini mata kuliah Tekhnik Khitobah 2? Iya benar ustad “jawab mahasiswa serentak.” “Prof Ali tidak masuk tah ustad?” “oh saya kurang tau soalnya saya tidak di sms sama beliau.” Itulah dialog antara dosen dan mahasiswanya. Saya membawa 10 buku yang masing-masing harganya Rp. 40.000,- bagi yang berminat silahkan ambil tapi jangan lupa bayar itulah guyonan Dr. N. Faqih Syarif H., Sos.I., M.Si. Sayapun berminat membeli buku tersebut tapi saya masih mikir-mikir dulu karena saya belum ada uang untuk bayar buku itu. Lalu saya Tanya teman yang dibelakang saya yaitu Nitra. “Nit gimana kamu mau beli gak? Saya pengen beli nit, tapi saya gak punya uang nit hehe” ungkapku pada sahabat terbaikku. Nitrapun menjawab, “haha saya juga gak punya uang ma, gimana ya.. mau beli apa gak nehh enaknya?” aku dan nitrapun masih kebingungan antara mau beli atau tidak? Ternyata nitra bertanya pada Bapak Faqih, “pak kalau bayarnya 3 minggu lagi boleh gak? Tanya nitra dengan rasa malu dan akupun tertawa haha. Alhamdulillah karena kebaikan hati seorang motivator itu boleh bayar kapan saja yang penting bayar. “Tapi jangan tahun depan itu ketelaluan rek” guyonnya sambil tertawa.
***
Ketika itu saya sambil lalu mencatat di selembar kertas apa saja yang Motivator  itu bicarakan baik yang bersangkutan dengan beliau termasuk pakaian yang kenakan dan apa saja yang dibawa pada waktu itu serta bagaimana gaya atau ekpresinya ketika menyampaikan apa yang dismpaikan, supaya mudah ketika nantinya mau menulis tentang cerita hari ini. Namun pada saat saya tunjukkan catatan saya kepada sahabat saya Nitra tiba-tiba ia mengerutkan keningnya tapi sambil tertawa ketika membaca catatan saya, entah saya tidak tahu itu pertanda apa? Oohh… Aku mulai bingung. “Kenapa ekspresimu kayak gitu nit?” tanyaku pada gadis putih cantik itu. “haha lucu aja ma” jawabnya sambil tertawa.
***
Nasrul Syarif merupakan anak sulung dari 7 bersaudara. Beliau dilahirkan di kota Lamongan, tepatnya di Babat, 13 Oktober 1973. Beliau tumbuh dan dibesarkan di kota Pahlawan, Surabaya. Di kota Pahlawan iilah beliau menuntut ilmu mulai dari SDN Simomulyono II Surabaya, SMPN 25 Surabaya, SMUN 6 Surabaya. Selanjutnya beliau menempuh pendidikan tinggi di UNAIR Surabaya Fakultas Farmasi, IAIN Sunan Ampel Surabaya yang sekarang sudah menjadi UINSA Surabaya tepatnya di Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Magister Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Saat ini beliau telah menyandang gelar Doktor yang diraihnya dari Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya. (kutipan dari buku “Kiat Menjadi Da’I Sukses” halaman akhir tentang penulis). Itulah sekilas tentang bapak Nasrul Faqih Syarif.
***
Taklama kemudian anak sulung dari 7 bersaudara itupun memberikan beberapa materi tentang Mesin Kecerdasan, dalam pikiran saya mesin kecerdasan itu adalah alat sejenis elektronik yang dapat mendeteksi kecerdasan seseorang. Ternyata yang dimaksud mesin kecerdasan oleh pak Faqih adalah STIFIn singkatan dari (S) Sensing (T) Thinking (I) Intuiting (F) Feeling (In) Instinct.

Flowchart: Or: Thinking   Intuinting	
Sensing     Feeling 
Mesin Kecerdasan






 


Instinct
Thinking: belahan otak kiri atas
Sensing: belahan otak kiri bawah
Intuiting: belahan otak kanan atas
Feeling: belahan otak kanan bawah, dan
Instinct: bagian otak tengah
Inilah beberapa penjelasan yang diberikan oleh Master Trainer Nasional Quantum Spirit, sambil menggambar bentuk bundar seperti bola yang diberi garis serta tulisan tentang mesin kecerdasan seperti yang sudah saya contohkan di atas.
***
Selanjutnya penjelasan tentang TSIFIn sesuai dengan yang disampaikan Dr. N. Faqih, bahwa:
Thinking:
·         Ketika belajar tidak suka berkelompok tapi lebih suka individual (menyendiri)
·         Tidak Romantis
·         Tegang
·         Berbicara berdasarkan logika
·         Pemikir ynag serius atau daya pikirnya kuat
Sensing:
·         Kalau belajar lebih suka hafalan
·         Kalau mikir sendiri berat tapi kerjanya ulet
·         Bekerja berdasarkan SOP
·         ATM
·         Detail (terperinci)
Intuiting:
·         Imajinasinya liar (tidak suka rutinitas)
·         Usil
·         Kreatif
·         Tidak suka diatur tapi kalau kerja diberi target yang global misalnya harus seleai dalam waktu satu minggu soalnya orang tipe Intuiting tidak suka jika dikasih waktu.
Feeling:
·         Tipe perasaan
·         Sensi tinggi
·         Lebih suka belajar kelompok (diskusi)
·         Tidak suka baca buku, misalnya ehh.. bacain buku ini habis itu jelasin ke aku.
·         Melibatkan emoi dan perasaan
·         Suka males
·         Gdabrus
·         Punya kekuatan di cerita
·         Agak lama dalam mengambil keputusan
Instinct:
·         Serba bisa tapi tetap harus focus pada kelebihan yang dimilkinya, karena jikalau focus maka ia akan berada di atas rata-rata
·         Suka menyampaikan materi dengan drama.
Chemistry nya:              T          : Tahta
                                    S          : Harta
                                    I           : Kata
                                    F          : Cinta
                               Instinct     : Bahagia       
                                             
                                        Luar Biasa
Dari paparan diatas merupakan beberapa ilmu yang diberikan oleh Spiritual Mutivator.
Sebelum dosen yang terkenal energik ini melanjutkan keterangannya tentang mesin kecerdasan yang dimiliki seseorang, Mentor FM Plus ini sedikit bercerita tentang kecerdasan orang Madura yang mengundang beliau untuk mengisi seminar di Madura. saat itu beliau pertamakali mengisi seminar dipulau Madura. Namun apa yang terjadi…? Ternyata saking cerdasnya orang Madura sehingga sosok spiritual motivator ini dijemput oleh panitia seminar dengan mengendarai mobil ambulan biar cepet karena kalau ambulan dan lampunya nyala maka pastinya kendaraan yang lainnya pada minggir semua. Hahahaa… “itulah cerita yang lontarkan dosen humoris tersebut sambil mengekspresikan bagaimana ambulan yang dikendarainya ketika menuju Madura menaiki kapal karena pada waktu itu belum ada Suramadu. Sungguh cerita ini membuat gempar kelas Retorika. Karena saya sendiri orang Madura sayapun tertawa jingkrak-jingkrak ketika mendengar cerita itu, sampai wajah sayapun memerah.
***
Perkuliahan di sore hari ini tidak membuatku terasa ngantuk sama sekali, karena Bapak Nasrul Faqih Syarif dalam menyampaikan materi sangat luar baisa apalagi ketika mengekspresikan ceritanya super sekali, sehingga bertambahlah semangat belajar saya. Bagi saya perkuliahan seperti ini lebih efektif dari dari pada perkuliahan yang bawaannya selalu serius tidak ada hiburan, humor ataupun cerita-cerita motivasi dll.
Seiring dengan berjalannya waktu, Pengasuh Pesantren  Terbuka Fikrul Mustanir Sidoarjo ini, melanjutkan dengan menjelaskan memahami dan mengenal gaya komunikasi terdiri dari 3 Tipe yang disingkat dengn VAK, yaitu:
1.      Tipe Visual, lebih mudah menyerap atau menerima sesuatu denga penglihatan atau visual
·         Ciri-cirinya orang pada tipe ini ialah pilihan katanya banyak unsur melihatnya. Misalnya: Tampaknya, kelihatannya dll.
·         Suka berpenampilan rapi dan enak dipandang mata
·         Cara berbicaranya cepat
·         Kalau mau ngambil keputuan berdasarkan apa yang apa yang dilihat, misalnya data dan gambar
2.      Tiipe Auditori, mereka akan lebih mudah menerima informasi dengan cara mendengar, misalnya dengan cara diceritakan atau dijelaskan. Biasanya seperti ini, menurut yang saya dengar dll. Cirinya sebagai berikut:
·         Kalau bicara seperti orang membaca puisi berintonasi (naik turun)
·         Suka berbicara sendiri, , misalnya ada mahasiswa yang dimarahi dosennya, keluar dari ruangan mahasiswa itu ngomel-ngomel sendiri. Dll
·         Suka bersenandung, misalnya ketika di kamar mandi ia suka bernyanyi dan semacamnya
·         Suka music
·         Kalau mengambil keputusan berdasarkan referensi
3.      Tipe Kinestetik, melibatkan gerak dan menyentuh perasaan mereka. Cirinya:
·         Bicara agak lambat tapi kalau bergerak cepat
·         Biasanya menggunakan kata: saya rasa, saya kira
·         Penampilan tidak begitu diperhatikan
·         Apabila mengambil keputusan jika sudah merasakan dan membuktikan sendiri
Paparan diatas ini adalah keterangan yang sudah diberikan oleh bapak Nasrul Faqih pada Mahasiswa Retorika semester 6. “Sekarang sudah bertambah kesaktiannya ya…? Tanya Ustadz Faqih pada mahasiswa Retorika sambil tertawa. Itulah salah satu guyonan motivator handal itu.
Setelah saya mendengarkan keterangan-keterangan itu, saya berpikir “kira-kira saya termasuk dalam tipe yang mana ya…?” ternyata saya sendiripun masih bingung saya termasuk pada tipe yang mana, akhirnya saya trus berpikir dan berpikir, say abaca lagi satu persatu tentang mesin kecerdasan dan gaya komunikasi tersebut, dan akhirnya saya tahu saya termasuk pada tipe yang mana.
***
Seiring dengan berputarnya waktu, maka selesailah perkuliahan hari ini yang diakhiri dengan lantunan surat al-‘Asyr dan do’a kafaratul majlis bersama yang dipimpin oleh DR. N. FAQIH SYARIF H.I., S.SOS.I., M.SI.
***
Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan menulis dengan kemampuan saya sendiri meskipun awalnya saya merasa kesulitan apa yang harus saya tulis, namun karena saya selalu ingat perkataan Mantan Dekan Fakultas Dakwah yaitu Dr. Prof. Moh. Ali Aziz, M.Ag. “tulislah apa saja yang ada dipikiran anda jangan memikirkan bagus tidaknya tulisan itu, yang penting anda menulis. Akhirnya sayapun terus menulis meskipun tulisan saya  belum bagus dan masih morat marit. Jujur saya masih bingung apa yang harus saya tulis, apalagi ketika udah kehabisan ide sampai saya ketiduran menunggu ide-ide itu. Bahkan terkadang semua itu sampai terbawa mimpi. Lalu setelah bangun tidur saya mulai mengasah otak saya lagi dengan melanjutkan tulisan saya. seringkali saya kebingungan tentang kosa kata yang ingin saya gunakan, kalau sudah mulai kehilangan kosakata saya pandang terus tulisan yang sudah saya tulis hingga akhirnya sedikit-demi sedikit muncullah kosakata-kosakata ynag saya inginkan. Entah apa saja yang saya tulis yang penting saya menulis dan menulis. Hehe J


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surabaya, 18 April 2015

2 komentar: