Hadirin Rahimakumullah
Manakala sujud telah menjadi amal yang paling dicintai Allah SWT, maka Dia akan memberikan karunia-Nya yang besar dan pahala yang tak terkira, bagaimana bisa diperkirakan jika pahalanya adalah berdampingan dengan Nabi SAW di surga.
Disini disebutkan sebagian dari keutamaan sujud adalah dijadikan sujud itu sebagai do’a dan siapa yang bersungguh-sungguh berdo’a dalam sujudnya maka layak untuk dikabulkan sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis:
قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : فأمّاالرّكوع فعظّمموا فيه الرّب عزّ وجلّ, وأمّا السّجود فاجتهدوا فى الدّعاء فقمن أن يستجاب لكم.
“Rasulullah SAW bersabda:’Adapun kala rukuk maka agungkanlah Tuhanmu yang Maha Mulia lagi Maha Agung, dan kala bersujud maka bersungguh-sungguhlah dalam berdo’a, lakukanlah itu niscaya akan dikabulkan untukmu. (HR. Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kiat al-Shaladi, Baab al-Nahyu ‘an Qiraa’ah fi al Ruku wa al- Sujuud).
Firman Allah SWT dalam surat al-Hijr: 98.
Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat) (QS. Al-Hijr [15]:98
“Apabila Allah menghendaki (menurunkan) rahmat-Nya kepada penduduk neraka, maka Allah memerintahkan kepada malaikat agar mengeluarkan orang-orang yang menyembah Allah, kemudian (para malaikat) mengeluarkan mereka dan ketahuilah pada diri mereka bekas-bekas sujud dan Allah mengharamkan api neraka memakan orang yang ada bekas sujudnya, sehingga merekapun dikelurkan dari neraka. Setiap manusia akan dilahap api neraka kecuali yang ada bekas sujudnya. (HR. Imam Bukhari dalam Sahih Bukhari, Kitab Al-Aadzaan, Baa Fadhu al-Sujuud). (Orang-orang yang dicintai Allah, 2006).
Hadirin Rahimakumullah
Uqban bin Muslim berkata: “Tak satupun perangai manusia lebih disukai Allah dari pada seseorang yang sangat ingin berjumpa dengannya, dan tak ada saat bagi seseorang untuk lebih dekat kepada Allah dari pada ketika ia bergerak menuju sujud”
Lalu berkata Abu hurairah: “Saat seseorang sedang bersujud adalah saat paling dekat kepada Allah. Oleh sebab itu perbanyaklah do’a kalian ketika itu”. (Rahasia-rahasia Shalat al-Ghazali, 1984: 26)
Hadirin Rahimakumullah
Ibnul Qoyyim berkata: Do’a merupakan sebab terkuat yang dapat menolak datangnya mala petaka dan mendatangkan sesuatu yang diharapkan. Hanya saja pengaruh do’a terkadang berbeda-beda, entah karena lemahnya hati pendo’a sehingga tidak bisa khusu’ saat berdo’a. Do’a semacam ini tidak lebih bagaikan busur panah yang talinya kendur, sehingga anak panah yang diluncurkan lemah.
Dalam kitab al-Mustadrak al-Hakim termaktub HR. Abu hurairah dari Nabi SAW. Yang menyatakan hal ini, Nabi SAW bersabda:
“Berdo’alah kepada Allah dengan hati yang sangat yakin bahwa do’a tersebut pasti dikabulkan dan ketahuilah bahwasanya Allah tidak akan menerima do’a yang datang dari hati yang lalai”. (Keajaiban Do’a, 2006: 7).
Hadirin Rahimakumullah
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwasanya Allah memerintah untuk bersujud kepada Allah SWT. Sebagaimana Firmannya dalam QS. al-Hijr : 98 yang berbunyi:
Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat). (QS.al-Hijr [15]:98)
Dan perbanyaklah do’a dalam sujud sebagaimana sabda Nabi SAW yang berbunyi: “seseorang menjadi paling dekat dengan Allah ketika ia sedang sujud. Maka perbanykalah do’a ketika sujud.” Hadis tersebut sama dengan ayat yang berbunyi:
Yang artinya: Dan sujudlah serta dekatkanlah dirimu kepada Tuhan. (QS. al-Alaq (96):19)
Dan bersungguh-sungguhlah dalam berdo’a niscaya Allah akan mengabulkannya.
Ooo begono. Mantap Madura punya ini.
BalasHapusbguuus
BalasHapussubhanallah... baru tahu saya klo do’a merupakan sebab terkuat yang dapat menolak datangnya mala petaka. Alhamdulillah dapat ilmu baru. thank's mbak sudah memberikan saya ilmu baru. (Y)
BalasHapus@Fathur, iya madura biar gag katrok
BalasHapus@ sippzz
@ Iya mbak..