Puncak dari segala pergumulan manusia adalah kepuasan, puncak dari kepuasan adalah ketika jiwa merasakan ketenangan (Bahjat al-nufus) dan untuk mencapai ketengan jiwa ialah dengan membaca shalawat kepada Nabi SAW.
Shalawat Nabi merupakan salah satu sarana terbesar yang bisa dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana yang disyari’atkan oleh Allah dalam firmannya:
“Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya, (QS. al-Ahzab:56). (Kemuliaan Umat Muhammad SAW, 2006: 87)
Bershalawat Nabi sangat dianjurkan al-Qur’an dan hadis karena sesungguhnya shalawat merupakan sunnah Nabi SAW. Jadi “Barang siapa yang tidak suka mengikuti sunnahku maka ia tidak termasuk golonganku.” (HR. Muslim).
Namun, “Barang siapa bershalawat kepada ku satu kali maka Allah akan mencurahkan Rahmat kepadanya sepuluh kali lipat (HR. Muslim)
Bershalawat kepada Nabi SAW memang sangat mudah. Tetapi tidak semua orang dapat melakukannya bahkan mengingatnya.
Rasulullah SAW selalu menganjurkan umat Islam untuk senantia membaca shalawat kepada Nabi.
Banyak sekali keistimewaan yang kita peroleh dari membaca shalawat kepada Nabi SAW. Diantaranya adalah senantiasa memperoleh rahmat dan kebaikan dari Allah SWT, memperoleh “Syafaat” Nabi di hari kiamat, membuka kesempatan untuk bertemu Nabi. Selain bertujuan memanjatkan do’a dan mengaharap “Syafaat” Nabi Muhammad SAW, membaca shalawat juga sebagai pengingat bagi umat muslim akan perjuangan beliau menyebarluaskan agama Islam, sehingga agama rahmatan lil ‘alamin sampai saat ini telah merasuk kedalam kalbu kita. Beliau dengan teguh dan gagah berani memerangi kaum kafir quraisy demi tegaknya agama Islam. (Dasa, 2014: 11-12)
Rasulullah juga telah menegaskan bahwa barang siapa bershalawat kepada beliau, maka para malaikat akan memohonkan rahmat dan kesejahteraan buat dirinya. Untuk itu kepada setiap muslimin dipersilahkan memperbanyak bacaan shalawat. Rasulullah telah menegaskan pula: ان أولى النّاس بى أكثرهم علىّ صلاة “Manusia yang paling utama dalam pandanganku adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud). (Berdo’a Bershalawat Ala Al-Ghazali, 1996)
Bershalawat Nabi merupakan tanda cinta kita kepada Allah dan Rasulnya dan dengan shalawat bisa mendapat syafaaat Nabi SAW di hari kiamat kelak. Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Barang siapa yang mencintai sunnahku, maka sungguh ia telah mencintaiku maka ia bersamaku pada hari kiamat di surga”. Al-Junaid r.a berkata: “tidaklah seseorang dapat sampai kepada Allah kecuali karena Allah, dan jalan untuk sampai kepada Allah itu dengan mengikuti Muhammad SAW. “setiap amal perbuatan dengan tanpa mengikuti sunnah maka itu adalah batil, sebagaimana sabda Nabi SAW. “barang siapa yang menyia-nyiakan sunnahku maka aku akan mengharamkan baginya syafaatku.” Begitulah yang tertulis sdalam syariat al-Islam. (Melalui Hati menjumpai Ilahi, 2003: 59)
Diriwayatkan dari Abu mas’ud al-Badri r.a ia berkata Rasulullah saw mendatangi kami pada saat kami berada di majlis sa’ad bin ubadah. Lalu Basyir bin Sa’ad berkata kepadanya, Allah swt. Telah memerintahkan kepada kami untuk membaca untukmu wahai Rasulullah, lantas bagaimana cara kami memanjatkan shlawat untukmu?. Rasulullah SAW. Pun terdiam hingga kami mengira dia (Basyir) belum bertanya kepadanya. Kemudian Rasulullah SAW. Bersabda: “katakanlah, Ya.. Allah, berikanlah rahmat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim. Dan berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engakau memberikan keberkahan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberikan keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.” (Kemuliaan Umat Muhammad SAW, 2006: 86)
من صلّى علىّ فى يوم الجمعة الف مرّة لم يمت حتّى يرى مقعده من الجنّة.
“Barang siapa membaca shalawat kepadaku seribu kali pada hari Jum’ah, maka ia akan mati sebelum melihat tempatnya di dalam surga.” Jadi, bershalawat Nabi pada hari Jum’ah sangat di anjurkan, karena pahalanya lebih besar.
Demikian pula dalam berbagai kesempatan, setiap muslimin senantiasa dianjurkan agar memperbanyak bacaan shalawat.
Dengan bershalawat salam kepada Rasulullah, kita akan memperoleh kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat. Memperoleh derajat yang tinggi kelak diakhirat dan selamat dari neraka. Sebab dengan bershalawat kita telah mewujudkan arti kecintaan kepada beliau, disamping harus disertai dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.
Bukanlah Rasullah telah menegaskan, bahwa seseorang tidak akan memperoleh iman yang sempurna
sebelum ia bisa mencintai Rasulullah melebihi kecintaannya terhadap sesuatu yang lain? Nah, dengan memperbanyak menyebut nama beliau, tanda kecintaan semakin kelihatan jelas. Apabila nama beliau sudah langka disebut, maka berarti syiar Islam semakin punah. Boleh jadi nama Muhammad bin Abdillah dilupakan orang. Bila sudah dilupakan Islam pun akan punah peredaran. Bershalawat Nabi memang sangat besar manfaatnya. Dapat melebur dosa dan menambah amal kebajikan sehingga sudah sepatutnya bila orang yang tidak suka membaca shalawat diancam dengan kecelakaan dineraka. Rasulullah telah menegaskan “Barang siapa diantara umatku bershalawat kepada ku maka baginya ditulis 10 amal kebajikan dan dihapus 10 kejelekan. (HR. Nasa’i dari Amrin bin Dinar)
“Barang siapa di sisinya disebut namaku kemudian ia tidak bershalawat kepada ku, maka ia akan dimasukkan kedalam neraka.” Jadi, shalawat adalah penawar dosa meningkatkan kualitas amal kebajikan dan sarana untuk mendapatkan syafaat (pertolongan) dari Rasulullah. Pada hari kiamat nanti, untuk itu setiap muslim hendaknya senantiasa bershalawat Nabi agar memperoleh kebahagiaan hakiki di dunia. (Berdo’a Bershalawat Ala Al-Ghazali, 1996).
assalamu'alaikum ukhty ..
BalasHapusmohon maaf, saya ingin memberi saran. agar hadis yang anti cantumkan bisa diberi harakat.
semoga mendapat syafa'at di akhirat kelak
BalasHapus@halimatus, iya ukhty terimaksih atas saranya :)
BalasHapus@siti nafisah, Amin...
BalasHapus