Kamis, 26 Maret 2015

MEMBANGUN KELUARGA BAHAGIA DAN TETAP ROMANTIS


         Manusia hidup di dunia ini pada umumnya ingin bahagia dan sejahtera lahir batin Bapak-bapak, Ibu-ibu yang dirahmati Allah Apakah anda pernah mengidam-idamkan sebuah kehidupan rumah tangga bagaikan bulan madu sepanjang usia, yang mana hari-harinya tidak berhenti dan tidak terbentur dengan problematika kehidupan?

       Hal ini sangat mungkin terjadi jika kedua pasangan suami-istri terampil dalam menikmati kehidupan batiniah yang homogen dan hamonis (melakukan hubungan seks) yang didasakan pada cinta dan kasih sayang yang bersumber dari hati dan pikiran secara bersamaan bukan perasaan semata. Tentunya setiap istri dengan segala tabi’atnya akan berusaha mencari kebahagiaan rumah tangga. Kita tidak mungkin mencapai kebahagiaan yang di idam-idamkan kecuali jika telah mengetahui faktor penyebab utama kebahagiaan rumah tangga, serta berusaha untuk menelusurri jalan tersebut. (Menjadi Istri yang Sukses dan Dicintai, 2005: 101-102). 

Beberapa saran agar Romantisme tidak memudar
 1. Terimalah pasangan anda apa adanya dan saling menghargai, baik dari sisi positifnya maupun negatif dan jangan membanding-bandingkan idola kita yang di idam-idamkan, karena perbandingan semacam itu sangat menyakitkan pasangan kita dan seakan-akan memberi pesan : “Aku menyesal menikah dengan mu” . 
2. Berilah pujian bilamana perlu, pujian bila dilontarkan secara tepat dan tulus akan memberi efek yang jauh lebih baik dari pada kritik, karena sesungguhnya pujian bisa menguatkan jalinan hubungan emosional suami-istri. Misalnya, “Beribu-ribu bintang dilangit hanya satu yang bercahaya beribu-ribu wanita cantik disini hanya kaulah yang ku cinta”.  
3. Istimewakan dia misalnya dengan membelikan oleh-oleh yang disenangi bila bepergian, selalu mengingat hari ulang tahunnya atau hari ulang tahun pernikahannya mereka dan meluangkan waktu untuk berdua jauh dari segala kesibukan kantor dan urusan anak-anak dan penuhilah janji-janji untuknya, kaum pria umumnya sangat mudah melupakan janjinya terhadap istrinya dan menomor duakan istrinya dengan pekerjaan kantornya. 
       
        Misalnya saja seoarang suami mempunyai janji terhadap istrinya untuk makan malam di restoran, namun secara tiba-tiba suami tersebut membatalkan janjinya Karena mendahulukan kepentingan orang lain atau pekerjaannya. Hal ini bila menjadi kebiasaan akan menyebabkan istri merasa dirinya tidak penting dan tidak dihargai sehingga hal seperti ini sedikit banyak menjadi penyebab rusaknya hubungan rumah tangga. (Membangun Rumah Tangga Sakinah, 2007: 360-362) 

       Kunci kebahagian yang sangat penting adalah “Cinta yang suci”. Seperti apakah yang dimaksud cinta yang suci disini? Ialah cinta yang didasari dengan keimanan, ketaqwaan dan membawa kita kepada kebahagiaan yang sejati dimana kebahagiaan sejati itu karena mendapat kasih sayang dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam (QS. Maryam [19]:96).

           

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (Dalam surat Maryam ini nama Allah Ar Rahmaan banyak disebut, untuk memberi pengertian bahwa, Allah memberi ampun tanpa perantara) (Miftah Assa’adah Aszauji) 

       Jadi dapat disimpulkan bahwasanya untuk membangun keluarga yang bahagia dan tetap romantis ialah: Cinta yang suci dengan di dasari keimanan, jika cinta kita sudah didasari keimanan ynag kuat kepada Allah, dan mencintai pasangan kita hanya karena Allah bukan karena nafsu atau karena harta dll. Insyaallah kehidupan rumah tangga kita akan terasa bahagia dan selalu romantis hingga akhir hayat. Amin, amin ya Rabbal’alamin.

3 komentar: